Cerita Korban Banjir Medan, Tak Sangka Bisa Lintasi Banjir Setinggi Dada, Padahal Gendong 2 Anak

Kompas.com - 05/12/2020, 14:46 WIB
Sejumlah warga mengevakuasi kendaraan yang terendam banjir di perumahan De Flamboyan di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan pada Kamis malam.hingga Jumat dini hari (4/12/2020). KOMPAS.COM/DEWANTOROSejumlah warga mengevakuasi kendaraan yang terendam banjir di perumahan De Flamboyan di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan pada Kamis malam.hingga Jumat dini hari (4/12/2020).

MEDAN, KOMPAS.com - Suasana masih hirup pikuk di perumahan De Flamboyan di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Medan Tuntungan pada Sabtu (05/12/2020).

Air dan lumpur masih menggenang di beberapa titik masih sekitar 30 cm.

Sebagian besar mereka tidak ada yang menyangka banjir besar pada Kamis (3/12/2020) malam hingga Jumat dini hari menghantam rumah mereka di saat air hujan hanya turun rintik-rintik.

Baca juga: Parahnya Banjir di Medan, Mobil Terbawa Air dan Tersangkut di Pagar

 

Selamat berkat rumah kosong

Jamot Sihite (37) adalah salah satunya. Saat itu, karena cuaca sedikit dingin dan gerimis, sekitar pukul 22.00 WIB, dia menonton televisi di rumah bersama istrinya.

Ketiga anaknya sudah tidur di kamar. Begitu juga dengan mertuanya yang sudah berusia 57 tahun.

Kesehariannya, dia membawa becak motor kemudian mangkal di jalan besar tak jauh dari rumahnya.

"Karena memang mau keluar kian untuk narik becak, makanya betor (becak motor) ini masih saya taruh di depan rumah," katanya.

Saat dia memutuskan untuk narik becak, saat itu pula dia mendengar suara air meluncur dengan deras di depan rumahnya diselingi dengan suara 'dus'.

Saat itu dia baru beberapa langkah keluar dari pintu rumahnya blok J22. Tanpa pikir panjang, dia pun langsung berteriak memanggil istrinya untuk secepatnya meninggalkan rumah.

Baca juga: Jangan Panik, Warga Diingatkan Segera Selamatkan Dokumen dan Cabut Aliran Listrik Saat Banjir


Selamatkan keluarga, lintasi banjir setinggi dada

Dia masuk ke kamar kemudian mengangkat dua anaknya yang masih berumur 3 bulan dan 2 tahun kemudian bergegas keluar rumah.

Sedangkan istrinya menuntun mertuanya perlahan. Di depan rumahnya, air sudah setinggi 1 meter.

Dia melintasi genangan air yang semakin deras itu menuju satu rumah berjarak sekitar 100 meter yang selama ini kosong, tidak ada penghuninya.

Baca juga: Kisah Aipda Ikhsan Terobos Banjir 2 Meter Sambil Gendong Kakek Lumpuh

"Kebetulan rumah ini kosong, saya terjang saja pintunya. Saya letak anak saya di situ lalu kembali ke rumah lagi mengambil anak paling besar saya yang umurnya 7 tahun, kubawa ke sini. Saya tak menyangka ternyata banjir sampai tingginya hampir ke atap rumah," katanya.  

Dia mengaku tidak banyak yang dipikirkannya selain menyelamatkan keluarganya.

Dia sendiri tidak menyangka bisa melintasi banjir yang setinggi dada dengan menggendong 2 anak yang masih kecil serta mengiringi istri dan mertuanya.

"Kondisi sudah hujan, air makin tinggi, mati lampu dan semua terdengar orang teriak-teriak, hanya keluarga yang saya pikirkan," ungkapnya.

Baca juga: Terjebak Banjir, Ratusan Pengendara Motor Terobos Jalan Tol Binjai - Medan

Jamot menambahkan, becak motornya itu terseret beberapa meter dari rumahnya. Dia pun tak tau bagaimana mencari uang karena becak motor itu sendiri milik tauke.

"Ini harus dibagusin dulu biar bisa dipakai. Kalau disuruh mengganti, ya saya akan bilang ke tauke agar bersabar lah dulu karena kondisinya begini kan," ujarnya sambil mencuci becak motornya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Regional
Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X