Kompas.com - 01/12/2020, 00:19 WIB
inilah frama film Jamal (Janda Malaysia) karya Sutradara Muhammad Heri Fadli ( 25), Sineas muda asal Lombok Timur. Film pendek berdurasi 14 menit itu adalah satu dari 128 film yang masuk dalam NETPAC Asian Film Festifal (JAFF) 2020, yang dilaksanakan secara virtual 25-29 November tahun ini. FITRI Rinilah frama film Jamal (Janda Malaysia) karya Sutradara Muhammad Heri Fadli ( 25), Sineas muda asal Lombok Timur. Film pendek berdurasi 14 menit itu adalah satu dari 128 film yang masuk dalam NETPAC Asian Film Festifal (JAFF) 2020, yang dilaksanakan secara virtual 25-29 November tahun ini.

MATARAM, KOMPAS.com - Sebuah lanskap perbukitan yang tandus dangan sebatang pohon bidara yang berdiri tegak di kanan layar dan sebuah rumah gubuk beratap ilalang di bagian kiri, adalah frame tunggal film ini. 

Seorang perempuan menjemur pakaian di samping rumah bedeknya, sekitar 50 meter dari rumah itu di bawah pohon Bidara anak perempuannya tengah bermain ayunan.

Suara angin dan gonggongan anjing kampung membuka dialog dengan teriakan seorang anak yang berlari bersama kawannya.

Sementara seorang anak perempuan, yang diperankan Maizatunnauri tengah bermain ayunan di bawah pohon Bidara.

Baca juga: 12 TKI Ilegal Diselamatkan dari Upaya Penyelundupan ke Luar Negeri

"Saik, saik, tuake, saik (bibi, bibi, paman, bibi)," teriak sang anak dalam film itu dengan bahasa Sasak (bahasa daerah warga Lombok) yang khas.

"Kemben tuakme, ye olek? (Kenapa pamanmu? dia pulang?) " teriak perempuan, yang dimainkan Sauri alias Inaq Oza.

"Aok (ya)," jawab si anak.

Tak ada dialog lanjutan setelah itu, hanya suara sirine dari mobil ambulans muncul dari arah pohon menuju gubuk, dan tangis si perempuan yang pecah melengking, lalu reda dan sesekali kembali meninggi.

Adegan berikutnya adalah kesibukan sejumlah orang mempersiapkan prosesi pemakaman jenazah di bawah pohon bidara.

Kisah haru itu adalah bagian dari film Jamal (janda Malaysia) karya sutradara Muhammad Heri Fadli (25), sineas muda asal Lombok Timur.

Film pendek berdurasi 14 menit itu adalah satu dari 128 film yang masuk dalam NETPAC Asian Film Festifal (JAFF) 2020, yang dilaksanakan secara virtual 25-29 November tahun ini.

Pada Kompas.com, Senin (30/11/2020), Heri sang sutradara mengatakan, film Jamal bercerita tentang nasib janda Malaysia (Jamal) di Lombok, yang jumlahnya sama banyak dengan jumlah kepergian lelaki para suami mereka, yang angkat kaki dari tanah kelahirannya menuju negeri tetangga, mengadu nasib agar hidup lebih baik.

"Para Jamal dihadapkan pada dua kemungkinan, mendapati suami mereka pulang dengan selamat, atau menerima kenyataan suami mereka pulang dalam peti mati," Kata Heri.

Keberadaan Jamal di Lombok, NTB adalah sebuah keniscayaan. Ketika mereka ditinggalkan ke Malaysia, mereka menyandang sebutan Jamal. 

"Mereka tetap adalah Jamal, mereka adalah orang orang yang tidak punya pilihan. Itulah yang ingin saya potret dalam film pendek ini," kata dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X