Urus E-KTP Jelang Pilkada, Warga Berkerumun di Kantor Disdukcapil Makassar

Kompas.com - 28/11/2020, 11:40 WIB
Kerumunan warga di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Makassar, Sabtu (28/11/2020). IstKerumunan warga di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Makassar, Sabtu (28/11/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com – Sejumlah warga berkerumun di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ( Disdukcapil) Makassar, Sulawesi Selatan, untuk melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), Sabtu (28/11/2020).

Keramaian yang tidak menjaga jarak ini terlihat di halaman dan dalam Kantor Disdukcapil Makassar.

Mereka berbondong-bondong datang ke Kantor Disdukcapil setelah mendapat surat dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar.

Baca juga: Kerap Berseragam Polisi Saat Live di Medsos, Pria Paru Baya di Makassar Ditangkap

Dalam surat itu, KPU Makassar meminta warga yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) agar segera melakukan perekaman dan pencetakan e-KTP di kantor camat masing-masing atau kantor Disdukcapil Makassar.

Surat tersebut ditandatangani Ketua KPU Makassar M Faridl Wajdi.

Kepala Disdukcapil Makassar Puspa Ariani mengatakan, sudah mendapat informasi terkait kerumunan di kantornya.

Dia juga telah  meminta petugas agar membubarkan dan menyuruh warga agar pulang ke rumahnya masing-masing.

“Sudah kami urai barusan. Berkas semua diterima dan warga pulang dan diambil besok di kantor kecamatan masing-masing. Bagi warga yang belum melakukan perekaman dan pengambilan KTP-el (e-KTP) agar mendatangi kantor kecamatan masing-masing, bukan di kantor Disdukcapil,” kata Puspa lewat pesan singkat, Sabtu.

Saat ditanya adanya pengumuman terkait pelayanan khusus e-KTP Dukcapil Makassar dan PTSP Balaikota Makassar pada Sabtu dan Minggu mulai 14 November sampai 6 Desember 2020, Puspa menyebut pengumuman tersebut tidak berlaku lagi.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan yang Ditangkap di Makassar Terlibat Kasus Penipuan

Sementara itu, Komisioner KPU Makassar Gunawan Mashar mengatakan, surat tersebut memang benar adanya yang ditujukan kepada masing-masing warga yang masuk dalam DPT dan belum melakukan perekaman serta memiliki KTP-el.

Surat tersebut merupakan surat turunan dari surat dari KPU RI yang meminta kepada seluruh warga Indonesia untuk melakukan perekaman dan memiliki KTP-el.

“Memang surat itu ada diterbitkan KPU Makassar ke kantor kecamatan se Kota Makassar. Kemudian diteruskan dan ditujukan kepada warga yang belum melakukan perekaman dan memiliki KTP-el. Terkait tehnisnya, bukan lagi KPU Makassar dan itu kewenangan kantor kecamatan dan Disdukcapil Makassar,” terangnya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah Co-Pilot Faldy Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Jenazah Co-Pilot Faldy Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Regional
Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Regional
Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Regional
Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Regional
Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Regional
Wali Kota Jambi Tunda Sistem Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Wali Kota Jambi Tunda Sistem Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Regional
15 Korban Longsor Sumedang Belum Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang

15 Korban Longsor Sumedang Belum Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang

Regional
Cerita Dewi Jadi Korban Perampokan, Salah Satu Pelaku Hamil 8 Bulan, Awalnya Mengaku Beli Kerupuk

Cerita Dewi Jadi Korban Perampokan, Salah Satu Pelaku Hamil 8 Bulan, Awalnya Mengaku Beli Kerupuk

Regional
Aksi Ibu Hamil Bersama Anak dan Menantu Merampok Toko Sembako, Gasak Uang Rp 200 Juta

Aksi Ibu Hamil Bersama Anak dan Menantu Merampok Toko Sembako, Gasak Uang Rp 200 Juta

Regional
Masyarakat Korban Gempa Mamuju Diminta Tenang, Bantuan TNI Segera Tiba

Masyarakat Korban Gempa Mamuju Diminta Tenang, Bantuan TNI Segera Tiba

Regional
Fakta TNI AD Dirikan RS Darurat di Solo, Kasus Covid-19 Tinggi, Berlokasi di Benteng Vastenburg

Fakta TNI AD Dirikan RS Darurat di Solo, Kasus Covid-19 Tinggi, Berlokasi di Benteng Vastenburg

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Terjadi di Sulawesi Utara

Regional
Cerita Sinaga, Usir Harimau yang Hendak Makan Ternaknya dari Jarak 3 Meter, Dibentak Tiga Kali

Cerita Sinaga, Usir Harimau yang Hendak Makan Ternaknya dari Jarak 3 Meter, Dibentak Tiga Kali

Regional
Pemprov Sulsel Siap Tampung Pengungsi Korban Gempa Sulbar

Pemprov Sulsel Siap Tampung Pengungsi Korban Gempa Sulbar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X