Raja Machmud Rumagesan Jadi Pahlawan Nasional, Gubernur Papua Barat: Kami Bangga

Kompas.com - 10/11/2020, 19:02 WIB
Gubernur Papua Barat, Domunggus Mandacan. ANT/TOYIBANGubernur Papua Barat, Domunggus Mandacan.

KOMPAS.com - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan bangga Raja Machmud Singgirei Rumagesan masuk dalam daftar penerima anugerah gelar pahlawan nasional yang diumumkan Presiden Joko Widodo.

Raja Machmud yang merupakan pahlawan nasional pertama dari Papua Barat itu adalah pemimpin Kerajaan Sekar yang terletak di Semenanjung Onin, nama lain Kabupaten Fakfak era dulu.

"Kami patut berbangga Papua Barat punya tokoh besar dan hari ini Pak Presiden akan menganugerahkan gelar sebagai pahlawan nasional," ucap Gubernur usai mengikuti upacara hari pahlawan secara virtual di Manokwari seperti dikutip dari Antara, Selasa (10/11/2020).

Menurut Dominggus, Raja Machmud Rumagesan memiliki peran besar melawan penjajah. Gerak dan jerih payah yang dilakukan patut mendapat penghargaan dari negara.

Ia bersyukur pemerintah pusat memberikan gelar pahlawan nasional kepada tokoh tersebut.

Baca juga: Ada yang Menyangka Kami Sudah Gila karena Nekat Jual Keripik Berbahan Batang Pisang

"Ini juga harus menjadi teladan bagi kami, dulu pahlawan berjuang rela mati mengusir penjajah. Sekarang sudah merdeka mari kami isi dengan pembangunan," ucap gubernur.

Sementara itu, Ketua DPRD Fakfak Siti Rahma Hegemur mengatakan, Raja Machmud Rumagesan merupakan sosok berpengaruh.

"Tentu kami bangga, Alhamdulillah. Orang tua kami bisa masuk dalam daftar pahlawan nasional," katanya.

Dia berharap, nama besar Raja Machmud Rumagesan diabadikan di Fakfak. Para pemuda pun diharapkan meneladani nilai-nilai kepahlawanan dari tokoh besar Fakfak tersebut.

"Keluarganya masih ada, hari ini cucunya berangkat ke Jakarta mewakili keluarga untuk menerima penghargaan dari bapak Presiden di Istana Negara," katanya.

 

Raja Machmud Rumagesan merupakan pemimpin Kerajaan Sekar yang terletak di Semenanjung Onin, nama lain Kabupaten Fakfak era dulu. Pusat pemerintahan Kerajaan Sekar terletak di Kecamatan Kokas.

Machmud Rumagesan lahir di Kokas, 27 Desember 1885. Ia menjadi Raja Sekar saat berusia 23 tahun dengan gelar Raja Al Alam Ugar Sekar.

Machmud Rumagesan dikenal karena perjuangannya menentang penjajah. Ia beberapa kali keluar masuk penjara dan nyaris dihukum mati. Perjuangannya menentang penjajah dimulai pada 1934.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memimpin upacara penganugerahan gelar pahlawan nasional di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/11/2020).

Acara tersebut dihadiri ahli waris keenam tokoh yang dianugerahi gelar pahlawan nasional. Mereka mewakili keenam tokoh tersebut yang telah wafat untuk menerima gelar pahlawan nasional.

Baca juga: Sebelum Sidang Pleidoi, Jerinx Sujud dan Cium Kaki Ibunya, Tangis Pun Pecah

Berikut keenam tokoh yang mendapat gelar pahlawan nasional di Hari Pahlawan :

1. Sultan Baabullah dari Provinsi Maluku Utara

2. Machmud Singgirei Rumagesan dari Provinsi Papua Barat

3. Jenderal Polisi Purnawirawan Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo, yang merupakan Kapolri pertama yang berasal dari Provinsi DKI Jakarta.

4. Arnold Mononutu dari Provinsi Sulawesi Utara yang merupakan tokoh pergerakan dan pernah menjadi Menteri Penerangan era Presiden Soekarno.

5. Mr Sutan Mohammad Amin Nasution dari Provinsi Sumatera Utara.

6. Raden Mattaher bin Pangeran Kusen bin Adi dari Provinsi Jambi.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Napi Kendalikan Rumah Pabrik Sabu di Lombok Timur

Fakta Napi Kendalikan Rumah Pabrik Sabu di Lombok Timur

Regional
BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Regional
Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Regional
Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Regional
2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

Regional
Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Regional
Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Regional
Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Regional
Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Regional
Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Regional
Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X