"Ada yang Menyangka Kami Sudah Gila karena Nekat Jual Keripik Berbahan Batang Pisang"

Kompas.com - 10/11/2020, 16:43 WIB
KERIPIK BATANG PISANG-- Robi Priya (23), warga Jalan Puspowarno, Kelurahan Sogaten, Kecamatan Manguharjo, Jawa Timur menunjukkan keripik berbahan batang pisang yang sudah laku terjuang hingga Hongkong. KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIKERIPIK BATANG PISANG-- Robi Priya (23), warga Jalan Puspowarno, Kelurahan Sogaten, Kecamatan Manguharjo, Jawa Timur menunjukkan keripik berbahan batang pisang yang sudah laku terjuang hingga Hongkong.

KOMPAS.com – Pasangan suami istri, Robi Priya (23) dan Niswatul Khoiroh, sukses menjual keripik berbahan batang pisang atau gedebok. Omzet bisnis mereka mencapai Rp 30 juta per bulan.

Robi mengaku menekuni bisnis itu setelah mengikuti pelatihan wirausaha yang diselenggarakan Dinas Pertanian Bojonegoro pada September 2020.

Informasi mengenai pelatihan itu didapat dari ibunya yang tinggal di Bojonegoro.

Ia dan istrinya mengikuti pelatihan itu untuk menceari pengalaman dan peluang usaha karena tak memiliki pekerjaan.

Di sana, Robi diajarkan cara membuat keripik dari bahan dasar batang pisang atau gedebok. Ia pun langsung mencoba membuat keripik itu saat kembali ke Madiun.

Awalnya, Robi memanfaatkan batang pisang yang tersedia di sekitar rumah. Percobaan pertamanya gagal, masih ada rasa pahit pada keripik itu.

Ia lalu merendam batang pisang yang telah dipotong dengan air garam. Hasilnya, rasa pahit itu hilang, tapi kerenyahan keripik itu berkurang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Hadir di Persidangan Jerinx, Dokter Tirta Sebut Tuntutan 3 Tahun Penjara Terlalu Berat

Setelah menemukan tepung yang pas, Robi berhasil membuat keripik batang pisang yang renyah dengan aneka rasa.

Pada awal Oktober 2020, Robi membuat keripik itu dalam jumlah banyak.

Camilan itu dijual dengan aneka rasa, seperti keju, balado, dan barbeku, bawang, dan original. Keripik itu dibungkus dalam kemasan 50 gram hingga satu kilogram.

Robi menitipkan produk itu di beberapa warung di Kota Madiun. Tetapi, sebagian besar pemilik warung menolak.

Mereka takut keripik gedebok pisang itu beracun dan membuat warga sakit perut. Bahkan, ada penjual yang menyangka pasangan itu gila karena nekat menjual keripik dari batang pisang.

“Ada yang menyangka kami sudah gila karena nekat menjual keripik berbahan gedebok pisang,” kata Robi kepada Kompas.com pekan lalu.

Robi maklum dengan anggapan itu. Biasanya, batang pisang selalu dibuang petani atau diberi kepada ternak.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Regional
Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X