Bocah Yatim Piatu Disekap dan Dirantai Tantenya di Pasar, Ditemukan Pedagang

Kompas.com - 10/11/2020, 06:00 WIB
Ilustrasi. THINKSTOCKIlustrasi.

KOMPAS.com- Seorang bocah 11 tahun di Kendari berinisial RK ditemukan dalam kondisi disekap dan mengalami luka lebam di tubuh.

Warga menemukan RK di sebuah kios yang sudah terkunci di Pasar Baruga, Kendari pada, Minggu (8/11/2020).

Ironisnya, pelaku penyekapan adalah tantenya sendiri.

Baca juga: Bocah 11 Tahun Disekap Tantenya di Pasar, Tangan dan Kaki Dirantai

Yatim piatu

IlustrasiThinkstockphotos.com Ilustrasi
Kapolsek Baruga AKP I Gusti Komang Sulatra menjelaskan, RK merupakan yatim piatu.

Ayah dan ibunya telah meninggal dunia sejak RK berusia empat tahun.

Sepeninggal orangtuanya, RK diasuh oleh tentenya.

Bukannya mengasuh dengan kasih sayang, tante RK justru diduga menganiaya hingga menyekap keponakannya yang yatim piatu tersebut.

Baca juga: Tante yang Sekap Keponakannya di Pasar dengan Tangan dan Kaki Dirantai Diamankan Polisi

 

Ilustrasi anakshutterstock Ilustrasi anak
Disekap, ditemukan pedagang karena teriakan

RK disekap oleh tantenya di sebuah toko yang terkunci di Pasar Baruga.

Bocah itu ditemukan oleh seorang pedagang pasar bernama Sarifuddin.

Sarifuddin mendengar teriakan minta tolong saat tengah mengupas sayuran di pasar.

Suara itu bersumber dari sebuah kios yang terkunci.

Betapa terkejutnya Sarifuddin saat membuka paksa pintu kios. Ia mendapati seorang bocah terbring miring dengan kondisi tangan dan kaki terikat.

Mulut bocah itu juga ditutup dengan lakban. Sarifuddin melihat, ada luka lebam di kedua paha RK.

Pedagang itu lalu mengeluarkan RK dari kios.

Baca juga: Bapak Kapolri, Bapak Presiden, Sekolah Kami Dirusak Oknum Tak Bertanggung Jawab

Dianiaya karena dianggap nakal

Ilustrasi penculikan anak.SHUTTERSTOCK Ilustrasi penculikan anak.
Rupanya, pelaku penyekapan adalah tante RK. Ia mengaku menyekap untuk membuat RK jera.

"Setelah kami Interogasi pelaku, korban ini agak bandel, nakal sehingga si ibu asuh ini bermaksud memberi efek jera," kata Komang

Kini, kejadian tersebut telah dilaporkan ke Polsek Baruga.

RK pun menjalani visum di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari. Ia sekarang diasuh oleh tetangganya.

Polisi juga menyita barang bukti rantai serta lakban kuning.

Pelaku dikenakan Undang-undang Perlindungan Perempuan dan Anak dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun.

"Perlu kami sampaikan saat ini ibu asuh dalam kondisi sehat, hanya sebelumnya dia mengalami depresi setelah habis operasi," ujarnya.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Kendari, Kiki Andi Pati | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X