Kapolda Jatim Minta Anggotanya Pasang Mata dan Telinga Deteksi Dini Situasi Politik di Pilkada Serentak

Kompas.com - 09/11/2020, 17:07 WIB
Kapolda Jatim, Irjen Pol Muhammad Fadil Imran, bersama Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto, dan Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI I.N.G. Sudihartawan, mengecek persiapan TNI-Polri menghadapi pelaksanaan pilkada serentak 2020 di Mapolres Tuban, Jawa Timur. Senin (9/11/2020). KOMPAS.com/IstimewaKapolda Jatim, Irjen Pol Muhammad Fadil Imran, bersama Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto, dan Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI I.N.G. Sudihartawan, mengecek persiapan TNI-Polri menghadapi pelaksanaan pilkada serentak 2020 di Mapolres Tuban, Jawa Timur. Senin (9/11/2020).


TUBAN, KOMPAS.com - Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Muhammad Fadil Imran, meminta seluruh anggota kepolisian serta jajaran TNI harus peka dan tanggap dengan situasi sosial politik yang berkembang saat ini menjelang pelaksanaan pilkada serentak.

"Jangan sampai ada peristiwa atau masalah yang tidak bisa kita antisipasi," kata Irjen Pol Muhammad Fadil Imran, saat mengecek persiapan Polres Tuban, Jawa Timur, dalam menghadapi pelaksanaan pilkada serentak di tengah pandemi Covid-19, Senin (9/11/2020).

Menurutnya, selama satu bulan ke depan, harus pasang mata dan telinga untuk mendeteksi dini, serta fungsi intelejen harus berjalan dengan baik sehingga setiap permasalahan bisa diatasi. 

Baca juga: Istri Cabut Laporan Kasus Dugaan KDRT Kades di Tuban, Polisi: Pelaku Sempat Ditetapkan Tersangka

Sebab, tolok ukur keberhasilan ke depan bukanlah seberapa mampu menyelesaikan perkara, seberapa mampu menangkap pelaku kejahatan dan pelaku kerusuhan.

"Tetapi, tolok ukur kita adalah seberapa mampu kita mencegah supaya hal tersebut tidak terjadi," ujar dia.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jatim, Irjen Pol Muhammad Fadil Imran, yang didampingi Pangdam V Brawijaya dan Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI ING Sudihartawan, menyempatkan ngobrol bareng Bhabinkamtibmas dan Babinsa secara virtual.

"Saya pesan kepada Bhabinkamtibmas, Babinsa, rekan Danramil dan Kapolsek tolong dimonitor betul potensi kerawanan dinamika sosial politik yang berkembang ke depan" Imbuh dia.

Sementara, Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono memaparkan situasi di wilayah hukum Polres Tuban saat ini masih dalam keadaan aman dan kondusif untuk menghadapi pilkada mendatang.

Baca juga: TNI AD Serahkan Bantuan APD untuk Tenaga Medis yang Rentan Terpapar Corona di Tuban

"Sejauh ini, sesuai pemetaan situasi dan kondisi umum jelang pilkada di Kabupaten Tuban masih aman dan kondusif," papar AKBP Ruruh Wicaksono.

Polres Tuban juga siap menerjunkan personel Polri sebanyak 590 personel dibantu TNI 391 personel, Satpol PP 71 personel, dan Linmas 6.270 personel, dalam pengamanan pelaksanaan Pilkada Tuban 2020 beserta sarana dan prasarananya.

Dalam kunjungannya tersebut Kapolda Jawa Timur menyerahkan bantuan sebanyak 10.000 masker, Pangdam V/Brawijaya (10.000) masker, Pangkoarmada II (2.500) masker.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Tikam Warga, Seorang Pencuri Tewas Dihajar Massa, Ini Kronologinya

Usai Tikam Warga, Seorang Pencuri Tewas Dihajar Massa, Ini Kronologinya

Regional
Penjelasan Lengkap 4 Petugas Forensik Tersangka Penistaan Agama hingga Dibebaskan

Penjelasan Lengkap 4 Petugas Forensik Tersangka Penistaan Agama hingga Dibebaskan

Regional
Ganjar soal Rencana Sekolah Tatap Muka pada Juli 2021: Uji Coba Dulu

Ganjar soal Rencana Sekolah Tatap Muka pada Juli 2021: Uji Coba Dulu

Regional
Was-was Longsor Susulan, 50 Santriwati Ponpes di Pamekasan Dipulangkan

Was-was Longsor Susulan, 50 Santriwati Ponpes di Pamekasan Dipulangkan

Regional
Heboh Hiu Berwajah Mirip Manusia, BKKPN Kupang: Itu Normal, Fisiknya Belum Sempurna

Heboh Hiu Berwajah Mirip Manusia, BKKPN Kupang: Itu Normal, Fisiknya Belum Sempurna

Regional
Tenaga Ahli Menkes Temui Sultan HB X, Bicara soal PPKM hingga Vaksinasi Pedagang

Tenaga Ahli Menkes Temui Sultan HB X, Bicara soal PPKM hingga Vaksinasi Pedagang

Regional
Kisah Risalianus, Ayah Ibunya Lumpuh, Sepulang Sekolah Dia Berkebun untuk Hidupi Keluarga

Kisah Risalianus, Ayah Ibunya Lumpuh, Sepulang Sekolah Dia Berkebun untuk Hidupi Keluarga

Regional
Cerita Mantan Kades di Cianjur, Gelapkan Dana Desa 332 Juta untuk Bayar Utang Pribadi

Cerita Mantan Kades di Cianjur, Gelapkan Dana Desa 332 Juta untuk Bayar Utang Pribadi

Regional
Diduga Cemburu, Seorang Mahasiswa Gantung Diri Pakai Jilbab di Kos, Ini Ceritanya

Diduga Cemburu, Seorang Mahasiswa Gantung Diri Pakai Jilbab di Kos, Ini Ceritanya

Regional
Jumat Ini, Cellica dan Aep Dilantik Langsung oleh Ridwan Kamil

Jumat Ini, Cellica dan Aep Dilantik Langsung oleh Ridwan Kamil

Regional
Bupati dan Wakil Bupati Semarang Terpilih Dilantik Besok, Undangan Terbatas

Bupati dan Wakil Bupati Semarang Terpilih Dilantik Besok, Undangan Terbatas

Regional
Prokes Super Ketat Pelantikan Kepala Daerah di Jatim, Wajib Tinggal di Surabaya

Prokes Super Ketat Pelantikan Kepala Daerah di Jatim, Wajib Tinggal di Surabaya

Regional
Sekda Samarinda: Kami Tidak Keluarkan Izin Kerumunan, Perkawinan dan Lainnya

Sekda Samarinda: Kami Tidak Keluarkan Izin Kerumunan, Perkawinan dan Lainnya

Regional
Tragedi Longsor di Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong, Ini Faktanya

Tragedi Longsor di Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong, Ini Faktanya

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Bali Terjadi 26 dan 27 Februari, Ini Penjelasan BMKG

Hari Tanpa Bayangan di Bali Terjadi 26 dan 27 Februari, Ini Penjelasan BMKG

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X