8 Pengunjuk Rasa Ditahan, Ini Kata Gubernur dan Kapolda Babel

Kompas.com - 06/11/2020, 11:10 WIB
Erzaldi Gubernur Babel apresiasi tingkat kemiskinan Babel rendah Dok. Bidang IKPErzaldi Gubernur Babel apresiasi tingkat kemiskinan Babel rendah

PANGKALPINANG, KOMPAS.com - Sebanyak 8 orang ditahan polisi setelah aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung berakhir ricuh.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman menyatakan bahwa pihaknya menyerahkan proses hukum pada kepolisian.

"Kami serahkan prosesnya pada polisi," kata Erzaldi Rosman seusai apel siaga bencana di Mako Brimob Babel, Jumat (6/11/2020).

Baca juga: Kasus Anggota Klub Moge Keroyok TNI, 5 Motor Diduga Bodong

Erzaldi menuturkan, aksi massa yang mengkritisi kepemimpinannya adalah hal yang sah untuk dilakukan.

Sebab penyampaian aspirasi akan mengingatkan pemerintah daerah.

Meski demikian, Erzaldi mengingatkan bahwa aspirasi yang didengar yang disampaikan dengan cara yang baik.

"Aspirasi boleh-boleh saja, tapi sampaikan dengan baik," ujar dia.

Baca juga: 357 Napi di Lapas Pekanbaru Positif Terjangkit Virus Corona

Diduga ada penyusup

Kepala Polda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Anang Syarif Hidayat mengatakan, ada dugaan penyusup dari Jakarta dan Banten dalam aksi demo dua hari lalu.

"Ada 8 yang kami tahan, 1 di antaranya diserahkan pada BNN karena terindikasi narkoba," ujar Anang.

Para tersangka ditahan terkait perusakan dan tindakan membahayakan manusia.

Dalam aksi tersebut, seorang polisi menderita cedera pada kaki, karena tertabrak sepeda motor demonstran yang berusaha kabur.

Aksi massa di Kantor Gubernur dalam rangka mengkritisi kinerja Gubernur Babel dalam 3 tahun terakhir.

Polisi membubarkan paksa massa setelah adanya aksi bakar ban di halaman Kantor Gubernur.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X