Pembelajaran Tatap Muka di Solo Mulai November, Guru dan Siswa Harus Tes Swab

Kompas.com - 27/10/2020, 23:19 WIB
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo. KOMPAS.com/LABIB ZAMANIWali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo.

SOLO, KOMPAS.com - Pembukaan pembelajaran tatap muka (PTM) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Solo, Jawa Tengah dimulai awal November 2020.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan, sebelum PTM dimulai, guru dan siswa harus menjalani pemeriksaan swab menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR).

"( Pembelajaran tatap muka) dimulai November. Nanti tanggal 2 November bapak/ibu guru di-swab dulu. Setelah itu baru muridnya yang mau sekolah itu di-swab di sekolahan," kata Rudy di Solo, Jawa Tengah, Selasa (27/10/2020).

Baca juga: Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin, Siswa Tak Boleh Cium Tangan Guru

Pemeriksaan swab dilakukan sebagai deteksi dini Covid-19. Sekaligus memastikan bahwa peserta didik yang mengikuti pembelajaran tatap muka bebas terinfeksi virus corona.

Dikatakan, ada tiga sekolah yang ditunjuk sebagai percontohan pembelajaraan tatap muka di Solo. Tiga sekolah itu adalah SMPN 4 Solo, SMP Al Azhar Syifa Budi, dan MTsN 1 Solo.

"Untuk SMPN 4 Solo itu siswanya ada 140 anak dan gurunya 65 orang itu di-swab semua dulu. Selama 14 hari nanti kalau tidak ada perkembangan diteruskan," katanya.

Pembelajaran tatap muka SMP di Solo belum bisa diterapkan 100 persen. Dibatasi 50 persen daring dan 50 persen tatap muka. Khususnya bagi siswa kelas IX.

"Dinas Kesehatan minta belajarnya nanti dua minggu. Dua minggu baru ganti orang. Terus di-swab lagi. Selama inkubasi 14 hari nanti ada perkembangan klaster tidak," ujar dia.

Baca juga: Jadwal Sekolah Tatap Muka untuk SD dan SMP di Banjarmasin

Jika hasil swab tersebut tidak ada siswa yang terpapar Covid-19, maka pembelajaran tatap muka bisa diteruskan untuk siswa kelas VIII.

"Kalau setelah 14 hari di-swab tidak ada yang terpapar berarti kita aman. Nanti yang baru berikutnya 140 siswa di-swab lagi. Kalau dua-duanya aman baru dinaikkan untuk kelas VIII," ungkap Rudy.

Terpisah, Kepala SMPN 4 Solo, Sri Wuryanti mengatakan, ia sudah menyosialisasikan rencana pembukaan sekolah tatap muka kepada orangtua siswa.

Dia juga mengatakan sekolah sudah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) penanganan Covid-19 bagi siswa.

"Kita sudah ada SOP penanganan kalau ada siswa yang panas, batuk di kelas dan lainnya. Nanti akan kita evaluasi lagi," kata Sri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Angin Kencang di Jateng Selatan 2 Hari ke Depan, Kecepatan hingga 61 Km/Jam

Waspada Angin Kencang di Jateng Selatan 2 Hari ke Depan, Kecepatan hingga 61 Km/Jam

Regional
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pajak Reklame 2 ASN Bakeuda Kota Tegal

Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pajak Reklame 2 ASN Bakeuda Kota Tegal

Regional
Dahlan Iskan Sudah Negatif Covid-19, Segera Pulang dari Rumah Sakit

Dahlan Iskan Sudah Negatif Covid-19, Segera Pulang dari Rumah Sakit

Regional
Ini Harapan Khofifah kepada Listyo Sigit Setelah Dilantik Jokowi Jadi Kapolri

Ini Harapan Khofifah kepada Listyo Sigit Setelah Dilantik Jokowi Jadi Kapolri

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Januari 2021

Regional
Koleksi Benda Antik di Museum Sulawesi Tenggara Digondol Maling, Pelaku Jebol Kunci Penyimpanan

Koleksi Benda Antik di Museum Sulawesi Tenggara Digondol Maling, Pelaku Jebol Kunci Penyimpanan

Regional
Oknum Pendamping PKH Gelapkan Dana Bansos Rp 107 Juta Selama 2 Tahun,  Korban Tak Tahu Namanya Jadi Penerima

Oknum Pendamping PKH Gelapkan Dana Bansos Rp 107 Juta Selama 2 Tahun, Korban Tak Tahu Namanya Jadi Penerima

Regional
Ketua DPRD dan Sekda Pamekasan Gagal Disuntik Vaksin, Ini Penyebabnya...

Ketua DPRD dan Sekda Pamekasan Gagal Disuntik Vaksin, Ini Penyebabnya...

Regional
Napi Lapas Merah Mata Palembang Diduga Otak Jaringan Narkoba Internasional, Pasok Ratusan Kg Sabu ke Indonesia

Napi Lapas Merah Mata Palembang Diduga Otak Jaringan Narkoba Internasional, Pasok Ratusan Kg Sabu ke Indonesia

Regional
Vaksinasi Covid-19 Pejabat Majalengka Dilakukan Secara Terbuka pada 3 Februari

Vaksinasi Covid-19 Pejabat Majalengka Dilakukan Secara Terbuka pada 3 Februari

Regional
Kisruh Pilkada Bandar Lampung Selesai, MA Anulir Keputusan KPU yang Batalkan Paslon Pemenang

Kisruh Pilkada Bandar Lampung Selesai, MA Anulir Keputusan KPU yang Batalkan Paslon Pemenang

Regional
Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, 150 Warga Turgo Sleman Mengungsi

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, 150 Warga Turgo Sleman Mengungsi

Regional
Pelanggar Protokol Kesehatan di Cianjur Didominasi Milenial, Abai Pakai Masker

Pelanggar Protokol Kesehatan di Cianjur Didominasi Milenial, Abai Pakai Masker

Regional
Ingin Tanam Kelapa, Warga Aceh Utara Malah Temukan Bom

Ingin Tanam Kelapa, Warga Aceh Utara Malah Temukan Bom

Regional
Dua dari Sepuluh Pekerja yang Terjebak di Lubang Galian Tambang di Kalsel Ditemukan Meninggal

Dua dari Sepuluh Pekerja yang Terjebak di Lubang Galian Tambang di Kalsel Ditemukan Meninggal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X