Video Viral Seorang Nenek Dipukul Saat Berteduh, Polisi Lakukan Penyelidikan

Kompas.com - 24/10/2020, 06:00 WIB
Lokasi perempuan usai lanjut dipukul oleh perempuan muda yang bersamanya saat berteduh dari hujan di Pasar Mergan Kota Malang, Jumat (23/10/2020). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKLokasi perempuan usai lanjut dipukul oleh perempuan muda yang bersamanya saat berteduh dari hujan di Pasar Mergan Kota Malang, Jumat (23/10/2020).

MALANG, KOMPAS.com - Sebuah video memperlihatkan seorang nenek dipukul perempuan lebih muda yang sedang bersamanya, viral di media sosial. Meski dipukul berulang kali, perempuan itu tetap diam.

Video itu pertama kali diunggah akun Instagram, @ir_kartika pada Kamis (22/10/2020). Pada Jumat (23/10/2020), sekitar 19.800 warganet telah menonton video itu.

Ratusan warganet juga mengomentari video itu di kolom komentar.

Dalam video itu terlihat hujan sedang turun. Nenek itu berteduh bersama seorang perempuan lebih muda di salah satu bangunan semi permanen di sekitar Pasar Mergan, Kota Malang.

Perempuan lanjut usia itu terlihat berbalut kain. Ia terlihat sedang menggendong sesuatu. Sedangkan tangan kirinya memegang wadah plastik merah.

Nenek itu fokus menatap jalan di depannya. Sedangkan perempuan yang lebih muda mengusik nenek itu dari belakang.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Bali Didominasi Kelompok Umur 20-29 Tahun, Satgas: Sekitar 21,6 Persen

Karena tak mendapat respons, perempuan yang lebih muda itu memukul kepala dan wajah perempuan tua tersebut.

Tak lama, nenek itu mundur ke belakang dan meletakkan barang yang sedang dibawanya.

Akun @ir_kartika menulis, video itu diambil di Pasar Mergan, Kota Malang.

Pemilik akun mengaku mengambil video itu dari dalam mobil yang berada tepat di seberang kedua perempuan itu.

"Ketika saya rasa tindakan orang berbaju biru itu sudah terlalu berlebihan, saya pun segera mematikan ponsel dan hendak menghampiri kedua orang tersebut," tulis pemilik akun menyertai postingan video itu.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Kejadian di dekat pasar Mergan, kota Malang. Ibu tua di pukuli. Saat kejadian, sebenarnya saya hendak menghampiri kedua org tsb, guna klarifikasi tindakan kekerasan yg dilakukan oleh orang yg berbaju biru terhadap ibu tua. Tetapi keadaan saat itu hujan deras dan saya perhatikan dahulu sembari merekam secara sembunyi sembunyi dibalik mobil yg sedang parkir. Ketika saya rasa tindakan orang berbaju biru itu sudah terlalu berlebihan, saya pun segera mematikan hp dan hendak menghampiri kedua org tsb. Ketika saya mematikan hp, datang seorang pengendara sepeda motor. Ketiga orang tsb terlihat saling ngobrol dan akhirnya pergi berboncengan meninggalkan tempat kejadian. @indozone.id @fakta.indo_ @infomalangraya @info_malang

A post shared by Ir kartika (@ir_kartika) on Oct 22, 2020 at 7:03am PDT

Namun, seorang pengendara motor menghampiri kedua perempuan itu dan membawanya pergi.

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, video itu diambil di sekitar Pasar Mergan, Kota Malang, sesuai keterangan video.

Salah satu pedagang Pasar Mergan, Adi Dewi mengaku sering melihat kedua perempuan itu. Nenek itu sering membeli buah di lapaknya.

Biasanya, kata Adi, kedua perempuan itu datang ke Pasar Mergan menggunakan kendaraan umum.

"Yang sering beli buah neneknya. Cucunya (perempuan yang menyertainya) menunggu dari jauh," kata Adi saat ditemui di Pasar Mergan, Jumat (23/10/2020).

Baca juga: Kisah Nenek Sumirah Makan dan Tidur di Rumah Penuh Sampah Bersama 2 Anak Gangguan Jiwa

Namun, Adi tak tahu kapan insiden itu terjadi.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengaku sedang menyelidiki video tersebut.

"Sedang kami lakukan penyelidikan mas," katanya melalui pesan singkat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X