PDI-P Pecat Kadernya yang Maju Pilkada Demak Lewat Partai Lain

Kompas.com - 20/10/2020, 20:58 WIB
Fahrudin Bisri Slamet Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Demak memberikan keterangan pers terkait pemecatan Mugiyono yang mencalonkan diri sebagai  Calon Bupati Demak  dari partai lain, Selasa (20/10/2020) KOMPAS.COM/ARI WIDODOFahrudin Bisri Slamet Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Demak memberikan keterangan pers terkait pemecatan Mugiyono yang mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Demak dari partai lain, Selasa (20/10/2020)

DEMAK, KOMPAS.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) memecat Mugiyono dari keanggotaan partai, karena mencalonkan diri dalam Pilkada Demak 2020 dari partai lain.

Pemecatan Mugiyono tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 72/KPTS/X/2020 yang ditandatangani oleh Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri, tertanggal 20 Oktober 2020.

Mugiyono yang juga mantan anggota Fraksi PDI-P DPRD Jateng periode 2014-2019 itu mencalonkan diri sebagai calon bupati Demak dari Partai Gerindra dan Nasdem.

Baca juga: Bawaslu Temukan Ribuan Pemilih Ganda di DPS Pilkada Demak

Sebagaimana diketahui, PDI-P bersama lima partai lainnya telah mengusung pasangan Eistianah dan Ali Makhsun sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Demak.

Ketua DPC PDI-P Kabupaten Demak Fahrudin Bisri Slamet mengatakan, sikap dan tindakan Mugiyono ini merupakan bentuk pembangkangan terhadap ketentuan, keputusan dan garis kebijakan partai.

“Ini dikategorikan sebagai pelanggaran berat, karena melanggar kode etik dan disiplin Partai,” kata Slamet yang juga Ketua DPRD Demak , dalam keterangan persnya, Selasa (20/10/2020).

Slamet menambahkan, setiap kader partai wajib menjaga arah perjuangan partai agar sejalan dengan ideologi partai, sikap politik, AD/ ART, serta program partai demi terjaminnya pencapaian tujuan, fungsi dan tugas partai.

Baca juga: Gerindra Usung Paslon Mugiono-Gus Badruddin di Pilkada Demak 2020

Bila ada kader partai terbukti melanggar kode etik dan disiplin partai, maka DPP PDI-P dapat memberikan sanksi organisasi berupa pemecatan atau pemberhentian dari keanggotaan partai.

“Sebagai kader partai yang militan, kita harus patuh terhadap peraturan organisasi partai. Ini bisa menjadi contoh, kalau ada kader yang tidak tegak lurus mengamankan rekomendasi partai akan mendapat sanksi dari DPP,” sebut Slamet.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Yogyakarta Klaim Sudah Minta Indonesian Scooter Festival Diawasi

Pemkot Yogyakarta Klaim Sudah Minta Indonesian Scooter Festival Diawasi

Regional
Polisi Dalami Keterlibatan FPI Dalam Demonstrasi di Rumah Mahfud MD

Polisi Dalami Keterlibatan FPI Dalam Demonstrasi di Rumah Mahfud MD

Regional
Buat Kerumunan di Yogyakarta, Indonesian Scooter Festival Dibubarkan

Buat Kerumunan di Yogyakarta, Indonesian Scooter Festival Dibubarkan

Regional
Debat Publik Pilkada Surabaya, Kedua Paslon Ungkap Gagasan Jaga Toleransi

Debat Publik Pilkada Surabaya, Kedua Paslon Ungkap Gagasan Jaga Toleransi

Regional
Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Regional
Teriak 'Bunuh..Bunuh', Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Teriak "Bunuh..Bunuh", Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Regional
Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Regional
Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Regional
Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Regional
13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

Regional
Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Regional
Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Regional
62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

Regional
Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

Regional
Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X