Hendak Ikut Demo Omnibus Law, Mahasiswa Ditangkap karena Jualan Pil Koplo

Kompas.com - 16/10/2020, 08:53 WIB
Ungkap kasus pengedaran pil hexymer atau pil koplo di Mapolres Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (15/10/2020). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINUngkap kasus pengedaran pil hexymer atau pil koplo di Mapolres Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (15/10/2020).

KEBUMEN, KOMPAS.com - Polisi menangkap seorang mahasiswa berinisial AJ (20) asal Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, karena diduga menjadi pengedar pil hexymer atau yang biasa disebut pil koplo.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengungkapkan, tersangka ditangkap di rumah saat akan berangkat unjuk rasa menolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja, Jumat (9/10/2020).

"Tersangka ditangkap sekitar pukul 10.00 WIB di rumah orangtuanya saat mau berangkat demo di depan gedung DPRD Kebumen," kata Rudy melalui keterangan tertulis yang diterima, Jumat (16/10/2020).

Baca juga: Banyak Kerusuhan Saat Demo Omnibus Law, Mahfud MD: Pastilah By Design, karena Polanya Sama

Dalam penangkapan tersebut polisi mengamankan sedikitnya 480 butir pil koplo yang disimpan rapi dalam kemasan toples.

Selain itu, polisi juga mengamankan tiga paket pil hexymer yang disimpan dalam plastik klip transparan. Setiap paket plastik itu berisi 10 butir pil.

"Pengakuan tersangka, pil koplo itu ia dapatkan dari seseorang dengan cara membeli secara online. Harga untuk tiap toplesnya Rp 360.000," jelas Rudy.

Baca juga: Ikut Demo Tolak Omnibus Law di Banyumas, 5 Pelajar Ditangkap

Tersangka mengaku keuntungan dari menjual pil tersebut mencapai Rp 5 juta untuk tiap toplesnya. Pil itu ia jual kepada teman-temannya dengan harga Rp 50 ribu untuk tiap paketnya.

"Iya Pak, ini sisa penjualan pil hexymer. Kurang lebih saya jualan sejak bulan Juli 2020. Sudah ada lima toples yang terjual kalau tidak salah," kata tersangka.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (2), (3) UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X