Ada Puluhan Lokasi Bencana di Tasikmalaya, BPBD Kesulitan Turunkan Alat Berat

Kompas.com - 13/10/2020, 15:26 WIB
Petugas BPBD, TNI dan Polri Kabupaten Tasikmalaya masih menormalisasi jalan utama Manonjaya-Salopa menuju Pangandaran memakai alat berat yang tertutup material longsoran tanah dengan tebing setinggi sekitar 150 meter, Selasa (13/10/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAPetugas BPBD, TNI dan Polri Kabupaten Tasikmalaya masih menormalisasi jalan utama Manonjaya-Salopa menuju Pangandaran memakai alat berat yang tertutup material longsoran tanah dengan tebing setinggi sekitar 150 meter, Selasa (13/10/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, mengaku kesulitan menerjunkan alat berat sekaligus ke puluhan titik lokasi bencana yang terjadi dalam sehari secara bersamaan, Senin (12/10/2020).

Alat berat difokuskan di beberapa lokasi longsor yang menutupi jalan utama berskala besar untuk menormalisasi arus lalu lintas.

"Alat berat kemarin baru beres di lokasi longsor Jalan Salopa-Cikatomas. Sekarang kita fokus di lokasi longsor jalan penghubung Manonjaya-Tasikmalaya-Pangandaran. Kalau ke lokasi longsor korban tewas, medannya terjal dan tak memungkinkan untuk menurunkan alat berat," jelas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Irwan, di lokasi kejadian, Selasa (13/10/2020) siang.

Baca juga: Alat Berat Tak Kunjung Tiba, Pencarian Korban Longsor di Tasikmalaya Menggunakan Cangkul

Lokasi korban longsor tak bisa dilalui alat berat

Irwan menambahkan, beruntung para warga di Kampung Anteghilir, Desa Malatisuka, Kecamatan Gunung Tanjung, secara sigap mengevakuasi korban tewas yang sempat tertimbun longsoran tanah selama beberapa jam.

Soalnya, lokasi kejadian itu sangat tak memungkinkan diturunkan alat berat karena medannya terjal dan jalannya tak bisa dilewati mobil.

"Apalagi kejadiannya berbarengan saat dini hari kemarin ada 24 titik bencana longsor dan banjir di 11 kecamatan. Jadi, alat berat memang langsung difokuskan di lokasi longsor besar beberapa jalan utama," tambah Irwan.

Baca juga: Banjir Bandang Rendam 270 Rumah, Warga Tasikmalaya Diminta Siaga Banjir Susulan

24 titik longsor dan banjir dalam sehari

Sampai Selasa siang ini, lanjut Irwan, jalur Manonjaya-Salopa menuju Pangandaran, telah 70 persen proses normalisasi jalan memakai alat berat.

Diprediksi jalur ini akan bisa dilalui lagi kendaraan normal pada sore nanti atau malam hari.

"Kalau jalur ini mungkin sore nanti atau malam nanti bisa dilalui lagi kendaraan. Target di lokasi ini normalisasi arus selesai hari ini," ujar Irwan.

Selama kejadian bencana longsor dan banjir yang terjadi dalam sehari kemarin akibat cuaca buruk seluruhnya terjadi di wilayah Selatan Tasikmalaya.

Baca juga: Banjir Bandang Landa Tasikmalaya, 2 Mobil Terseret Arus, 270 Rumah di 3 Kecamatan Terendam

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Ini Pukul 08.00 WIB, Bobby Nasution Dilantik Jadi Wali Kota Medan

Hari Ini Pukul 08.00 WIB, Bobby Nasution Dilantik Jadi Wali Kota Medan

Regional
Dugaan Investasi Bodong Berkedok Butik di Aceh, Himpun Rp 25 Miliar, Anggotanya 3.000 Orang

Dugaan Investasi Bodong Berkedok Butik di Aceh, Himpun Rp 25 Miliar, Anggotanya 3.000 Orang

Regional
Pemkab Pekalongan Kerahkan 11 Pompa Sedot Banjir di Empat Kecamatan

Pemkab Pekalongan Kerahkan 11 Pompa Sedot Banjir di Empat Kecamatan

Regional
Perjuangan Sakirin Bertahan Hidup 3 Hari di Jurang, Dievakuasi dengan Tandu Kain Selama 9 Jam

Perjuangan Sakirin Bertahan Hidup 3 Hari di Jurang, Dievakuasi dengan Tandu Kain Selama 9 Jam

Regional
4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

Regional
4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

Regional
Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Regional
Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Regional
Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Regional
Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar 'Open House' dan Syukuran Usai Dilantik

Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar "Open House" dan Syukuran Usai Dilantik

Regional
Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Regional
Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Regional
Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Regional
Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Regional
Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X