Kompas.com - 13/10/2020, 15:05 WIB
Ilustrasi tikus mutan. Ilmuwan melakukan rekayasa genetika pada tikus yang kemudian dikirim ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) untuk mempelajari massa otot dan tulang. SHUTTERSHOCK/Carlos AranguizIlustrasi tikus mutan. Ilmuwan melakukan rekayasa genetika pada tikus yang kemudian dikirim ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) untuk mempelajari massa otot dan tulang.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Beberapa petani di Desa Kasreman, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur masih memilih menggunakan jebakan tikus yang dialiri listrik untuk membasmi hama tikus di wilayahnya.

Saat malam hari, lampu di sudut perbatasan petak sawah akan menyala sebagai pertanda jika di sawah tersebut ada jebakan tikus yang dialiri listrik.

Sugito salah satu petani di desa tersebut mengaku cara tersebut paling efektif untuk mengurangi jumlah tikus yang memakan padi.

Baca juga: 4 Nyawa Hilang gara-gara Jebakan Tikus di Ladang

Setengah meter dari pinggir sawah, petani akan meletakkan kawat yang membentang sepanjang petak sawah yang diikat dengan batang bambu seukuran jempol orang dewasa.

Bambu tersebut ditanam di antara tanaman padi.

Bentangan kawat tersebut kemudian dialiri listrik dari PLN ataupun dari mesin diesel warga. Sebagai penanda kawat tersebut dialiri listrik adalah lampu di sudut sawah akan menyala.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sugito mengatakan tikus dipastikan tidak akan selamat jika melewati kawat beraliran listrik tersebut karena akan mati tersengat.

Ia bercerita tidak tahu pasti siapa yang pertama kali merangkai bentangan kawat dialiri listrik tersebut.

Baca juga: 24 Nyawa Melayang karena Jebakan Tikus Beraliran Listrik, Mengapa Masih Digunakan?

Dari mulut ke mulut, warga kemudian membuat cara serupa yang dinilai efektif untuk membasmi hama tikus yang beberapa tahun menyerang padi meraka.

“Tahunya dari petani lain, getok tular. Satu malam bisa puluhan sampai ratusan tikus bisa mati. Tapi kalau sudah agak lama pasangnya, biasanya jumlah tikus yang mati akan menurun,” ujar Sugito, Minggu (11/10/2020).

Ia mengakui jika jebakan tikus beraliran listrik sanga berbahaya. Dari catatan kepolisian, sejak awal tahun hingga September 2020, 24 korban tewas karena tersengat listrik jebatan listrik.

Baca juga: Detik-detik Satu Keluarga Tewas Tersengat Listrik Jebakan Tikus, Warga Sempat Mendengar Teriakan Korban

Namun ia berdalih cara itu paling efektif untuk membasmi tikus.

Para petani sempat mendapatkan bantuan racun tikus dari Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi. Namun cara tersebut tidak efektif mengurangi hama tikus.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X