Polisi Amankan 2 Hektare Kebun Ganja Siap Panen di Merangin, Jambi

Kompas.com - 11/10/2020, 14:07 WIB
Kapolres Merangin, AKBP Irwan Andi Purnamawan saat berada di lokasi dua hektar kebun ganja milik warga Desa Nilo Dingin, Kecamatan Lembah Masurai, Merangin KOMPAS.com/SuwandiKapolres Merangin, AKBP Irwan Andi Purnamawan saat berada di lokasi dua hektar kebun ganja milik warga Desa Nilo Dingin, Kecamatan Lembah Masurai, Merangin

JAMBI, KOMPAS.com - Kapolres Merangin AKBP Irwan Andi Purnamawan menyebutkan telah mengamankan 2 hektare kebun ganja dan sebagian besar dalam kondisi siap panen.

Dari pengungkapan kasus kebun ganja, pihak kepolisian menangkap dua tersangka, yakni DRH (22) dan FB (27). Keduanya adalah warga Desa Nilo Dingin, Kecamatan Lembah Masurai, Merangin.

"Rata-rata sudah siap panen. Karena tinggi tanaman ganja sudah ada yang mencapai 1,5 meter," kata Kapolres melalui sambungan telepon, Minggu (11/10/2020).

Ia menjelaskan penemuan kebun ganja berawal dari informasi warga yang melihat adanya perkebunan ganja di area Nilo Dingin dekat area pergunungan.

Baca juga: Dikemas Kotak Kayu, 301 Kilogram Ganja Dibawa Truk dari Aceh ke Bogor

Dari informasi tersebut akhirnya tim kepolisian menuju lokasi dengan perjalanan selama 4 jam.

Ternyata benar saat tiba di lokasi, aparat menemukan daun ganja dan dua tersangka berada di dalam pondoknya.

"Lokasi memang cukup jauh, kalau dari jalan lintas menempuh perjalanan hampir empat jam dan lokasinya di dalam hutan di pinggiran gunung Masurai," kata Kapolres menjelaskan.

Ratusan tanaman ganja itu berada di sela-sela kebun kopi milik tersangka, sehingga sangat tertutup dan tidak diketahui banyak orang.

Kapolres menjelaskan, pohon ganja yang ditemukan itu baru sekitar tiga bulan ditanam. Tinggi tanaman beragam, mulai 70 cm hingga 1,5 meter.

Setelah mengamankan kebun ganja milik DRH sebanyak 171 batang setinggi 1,5 meter lebih, apaat kemudian memeriksa kebun ganja milik FB.

"Kebun milik FB itu ada 9 batang dan siap panen. Tingginya itu 1,5 meter lebih," kata Irwan menjelaskan.

Hasil penyelidikan, kata Irwan, semua tersangka baru pertama kali menanam.

Baca juga: Mobil Boks Dimodifikasi untuk Penyelundupan 748 Kilogram Ganja

 

Untuk pengembangan selanjutnya, pihak kepolisian sedang menggali pemasok bibit kepada dua orang tersangka ini.

Polisi menjerat kedua tersangka dengan Pasal 111 ayat 2 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun atau seumur hidup.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Terjang 2 Kabupaten di Jambi, Jembatan Putus dan 1.000 Rumah Terendam

Banjir Terjang 2 Kabupaten di Jambi, Jembatan Putus dan 1.000 Rumah Terendam

Regional
Pemprov Jabar Buka Layanan Desain dan Cetak Kemasan Gratis bagi IKM

Pemprov Jabar Buka Layanan Desain dan Cetak Kemasan Gratis bagi IKM

Regional
Edhy Prabowo Tersangka, Walkot Solo Setuju Susi Pudjiastuti Kembali Jadi Menteri KP

Edhy Prabowo Tersangka, Walkot Solo Setuju Susi Pudjiastuti Kembali Jadi Menteri KP

Regional
Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kantong Plastik, Begini Kronologinya

Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kantong Plastik, Begini Kronologinya

Regional
Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Regional
Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman 'Bird Strike' di Bandara Kualanamu

Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman "Bird Strike" di Bandara Kualanamu

Regional
Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Regional
'Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka'

"Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka"

Regional
Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Regional
Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Regional
Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Regional
PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

Regional
Di Yogyakarta, Saluran Irigasi Penuh Sampah Diubah Jadi Habitat Ikan, Hasilkan Rp 48 Juta Per Panen

Di Yogyakarta, Saluran Irigasi Penuh Sampah Diubah Jadi Habitat Ikan, Hasilkan Rp 48 Juta Per Panen

Regional
Korban Terakhir yang Tenggelam di Bendungan Cikanteh Sukabumi Ditemukan

Korban Terakhir yang Tenggelam di Bendungan Cikanteh Sukabumi Ditemukan

Regional
Cerita Ayu, Rekening Ratusan Juta Dikuras Usai Dapat Bonus Pulsa Rp 100.000

Cerita Ayu, Rekening Ratusan Juta Dikuras Usai Dapat Bonus Pulsa Rp 100.000

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X