Mobil Boks Dimodifikasi untuk Penyelundupan 748 Kilogram Ganja

Kompas.com - 28/09/2020, 17:27 WIB
Kaporles Empat Lawang AKBP Wahyu saat melakukan gelar perkara terkait ungkap kasus penyelundupan 748 kilogram ganja kering asal Aceh, Senin (28/9/2020). HANDOUTKaporles Empat Lawang AKBP Wahyu saat melakukan gelar perkara terkait ungkap kasus penyelundupan 748 kilogram ganja kering asal Aceh, Senin (28/9/2020).

EMPAT LAWANG, KOMPAS.com - Satuan Rerserse Narkoba Polres Empat Lawang, Sumatera Selatan, menangkap seorang pengemudi mobil boks berinisial DF (37).

Pria tersebut kedapatan mengangkut 748 kilogram ganja kering asal Aceh.

Informasi yang dihimpun, mobil boks ini datang dari Aceh dengan tujuan ke Kota Bumi, Kabupaten Lampung Tengah untuk mengantarkan ratusan kilogram ganja tersebut.

Baca juga: Melanggar Protokol Kesehatan, Kampanye Calon Gubernur Jambi Dibubarkan

Namun, saat melintas di Jalur Lintas Tengah (Jalinteng), tepatnya di kawasan Talang Gunung, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, mobil boks dihentikan dan diperiksa oleh petugas.

"Saat diperiksa, ada 748 kilogram ganja di dalam mobil boks itu, dimasukkan dalam karung. Tujuannya ke Kota Bumi, Lampung Tengah," kata Kapolres Empat Lawang AKBP Wahyu saat melakukan gelar perkara, Senin (28/9/2020).

Baca juga: 3 Sirene Tsunami di Banten Rusak dan Hanya Ada 1 Shelter

Wahyu mengatakan, tersangka memodifikasi mobil boks tersebut dengan membuat sedikit ruangan di bagian dinding dalam mobil.

Dinding itu digunakan untuk menyimpan ratusan kilogram ganja.

Bahkan, untuk mengelabui polisi, tersangka juga membawa beberapa karung yang berisi rempah seperti kunyit, dedak padi, dan jeruk nipis.

"Ganja ini juga ditaburi kopi oleh tersangka agar tak tercium oleh anjing pelacak," ujar Wahyu.

Baca juga: 1 Kontainer Sepatu Olahraga untuk Ekspor ke AS Dibawa Kabur Sopir

Dari hasil penyelidikan sementara, DF dijanjikan uang Rp 8 juta oleh seorang bandar dari Aceh untuk membawa ratusan kilogram ganja.

Namun, petugas masih akan mendalaminya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Truk itu sudah dimodifikasi, di dalamnya ada beberapa sekat dibuat untuk meletakkan ratusan kilogram ganja. Kami baru menangkap satu tersangka, sekarang masih akan kita kembangkan," kata Wahyu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Regional
Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Regional
Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Regional
Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Regional
Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: 'Ngurusi Mudik Disik Wae'

Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: "Ngurusi Mudik Disik Wae"

Regional
Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Regional
Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Regional
Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Regional
Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Regional
KPU Ternate Larang Paslon dan Pendukung Lakukan Arak-arakan Saat Hadiri Debat Pilkada

KPU Ternate Larang Paslon dan Pendukung Lakukan Arak-arakan Saat Hadiri Debat Pilkada

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Oktober 2020

Regional
Hanya karena Sering Ngompol, Bocah Balita Dianiaya hingga Alami Trauma

Hanya karena Sering Ngompol, Bocah Balita Dianiaya hingga Alami Trauma

Regional
Dilaporkan Hilang oleh Suaminya, Pedagang Pakaian Ditemukan Tewas di Kamar Hotel

Dilaporkan Hilang oleh Suaminya, Pedagang Pakaian Ditemukan Tewas di Kamar Hotel

Regional
Ridwan Kamil: Jangan Kaget kalau Wisatawan Dihentikan Saat Libur Panjang

Ridwan Kamil: Jangan Kaget kalau Wisatawan Dihentikan Saat Libur Panjang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X