Api Abadi Mrapen Padam, Ini Dugaan Penyebabnya

Kompas.com - 03/10/2020, 14:38 WIB
Umat Buddha melakuan ritual pengambilan Api Dhamma Tri Suci Waisak 2562 BE 2018 di obyek wisata Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Minggu (27/5/2018). Api yang diambil ini akan disemayamkan di Candi Mendut hingga keesokan harinya dibawa ke Candi Borobudur sebagai sarana peribadatan perayaan Waisak. KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTOUmat Buddha melakuan ritual pengambilan Api Dhamma Tri Suci Waisak 2562 BE 2018 di obyek wisata Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Minggu (27/5/2018). Api yang diambil ini akan disemayamkan di Candi Mendut hingga keesokan harinya dibawa ke Candi Borobudur sebagai sarana peribadatan perayaan Waisak.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Api Abadi Mrapen yang berlokasi di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, padam total.

Padamnya api tersebut diketahui mulai terjadi sejak Jumat (25/9/2020).

Kepala Desa Manggarmas Ahmad Mufid mengaku belum tahu penyebab pasti padamnya api abadi tersebut.

Namun demikian, sebelum padam memang ada aktivitas pengeboran untuk mencari sumber air di sekitar lokasi.

Baca juga: Ganjar Terjunkan Ahli Geologi Teliti Penyebab Padamnya Api Abadi Mrapen

Pengeboran itu dilakukan pada 12 September 2020. Adapun jarak pengeborannya hanya sekitar 200 meter dari lokasi api.

"Sebelumnya pada tanggal 12 September 2020 ada aktivitas pengeboran pencarian sumber mata air di dekat lokasi api abadi ini," katanya seperti dilansir dari TribunJateng, Jumat (2/10/2020)

Tercium bau gas

Sementara itu, Kasi Energi ESDM Wilayah Kendeng Selatan Sinung Sugeng Arianto mengatakan, pengeboran sumber mata air itu yang diduga menjadi penyebab kebocoran gas.

Akibatnya, membuat Api Abadi Mrapen padam secara total.

Dijelaskan Sinung, saat pengeboran itu menyebabkan semburan air hingga setinggi 50 meter.

Dalam semburan air itu juga terdengar suara gemuruh dari dalam tanah dan tercium bau gas hidrokarbon.

"Tapi itu belum bisa dikatakan penyebab utamanya, masih indikasi atau dugaan awal ya," terangnya.

Baca juga: Saat Kasat Sabhara dan Kapolres Blitar Berseteru Soal Tambang Pasir Ilegal

Menyikapi padamnya api abadi tersebut, menurutnya ada solusi yang bisa dilakukan. Namun, perlu dilakukan kajian teknis yang lebih matang.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X