Kompas.com - 29/09/2020, 12:04 WIB
Suryono (54) warga Dusun Gondang Pusung, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman saat menunjukan perkebunan kopi miliknya. KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMASuryono (54) warga Dusun Gondang Pusung, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman saat menunjukan perkebunan kopi miliknya.

Kebulatan tekad membuatnya kembali berangkat ke Temanggung, Jawa Tengah, mencari entres untuk sambung pucuk.

Sesampainya di Temanggung, para petani mendukung Suryono untuk bangkit kembali.

Bahkan para petani di Temanggung memberikan entres secara gratis kepada Suryono.

"Niatnya saya itu mau beli. Waktu itu teman-teman di Gesing, Temanggung itu, mengatakan tidak usah beli karena kamu korban, kena bencana tidak usah beli, ini saya kasih aja," ucapnya.

Baca juga: Terjadi Guguran, Warga Lereng Merapi Dengar Suara Gemuruh

Sampai dengan saat ini, Suryono masih tetap bertahan menjadi petani Kopi. Pohon yang dirawatnya sejak peristiwa erupsi Gunung Merapi telah tumbuh dengan baik dan menghasilkan biji yang berkualitas.

"Sampai sekarang saya masih bertahan. Ya sekarang sekali panen bisa 800 kilo," ucapnya.

Suryono tidak hanya menjadi petani kopi. Ia juga memanfaatkan tanah di lereng Gunung Merapi yang subur dengan menanam coklat dan lada.

Bapak tiga orang anak ini mulai menanam coklat pada tahun 2014. Ia mulai menanam coklat setelah mendapat berbagai pelatihan.

"Ya saya menanam kalau 200-an pohon coklat ada," ucapnya.

Diungkapkannya, tanaman coklat panen setiap 10 hari sekali. Dari sekali panen tersebut dirinya bisa mendapatkan sekitar empat kilo coklat kering.

"Kalau mengolahnya saya bisa, tapi berhubung peralatanya saya tidak punya ya sekarang belum bisa mengolah," ujarnya.

Baca juga: Sultan HB X Minta Masyarakat Tak Khawatir Soal Kondisi Merapi

Coklat hasil panennya, salah satunya dijual ke sebuah toko roti di Yogyakarta. Rata-rata, toko roti tersebut membeli 20 kilogram.

"Saya jual ke toko roti di Yogya, kebetulan yang punya orang Perancis dia chef. Baru kemarin saya kirim 20 kilogram," tuturnya.

Menurutnya beberapa warga di Lereng Merapi yang dekat dengan rumahnya juga banyak yang menanam coklat. Ia pun menerima hasil panenan coklat dari tetangganya.

"Saya sudah sepakat dengan tetangga-tetangga, kita janjian panennya kapan nanti kalau sudah saya beli. Karena coklat itu minimal untuk memproses fermentasinya itu 10 kilogram, kalau enggak 10 kilogram nanti panasnya kurang, jadi prosesnya kurang bagus," ungkapnya.

Khusus Lada, Suryono mempunyai sekitar 200 pohon. Dia memulai menanam lada sekitar empat tahun yang lalu.

"Kebetulan tahun ini mau panen yang pertama kali," tegasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X