Kompas.com - 27/09/2020, 09:57 WIB
Kelly Krey(69) memeluk karwar perempuan, karyanya, di galeri miliknya, di Jalan Jogjakarta, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (19/9/2020). KOMPAS.COM/WINDORO ADIKelly Krey(69) memeluk karwar perempuan, karyanya, di galeri miliknya, di Jalan Jogjakarta, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (19/9/2020).

MANOKWARI, KOMPAS.com-Sebelum Pendeta Otto dan Geissler membawa agama Protestan ke Tanah Papua pada 5 Februari 1855 lewat Pulau Mansinam di Teluk Doreri, Manokwari, Papua Barat, sebagian besar suku di Tanah Papua memuja dan berlindung di balik bayang bayang arwah (nin) leluhur.

Mereka percaya, setiap manusia terdiri dari tiga unsur yaitu jasmani (baken saprop), arwah (rur),dan bayang bayang arwah (nin).

Ketika seseorang meninggal, jasmaninya rusak, arwahnya menuju dunia arwah, sedang bayang bayang arwahnya bergentayangan.

Agar nin tidak mencelakakan hidup mereka, dan sebaliknya, melindungi serta memberi petunjuk bermanfaat, dibuatlah patung kayu.

Baca juga: 21 Tenaga Medis Positif Covid-19, 4 Fasilitas Kesehatan di Manokwari Ditutup

Di sanalah nin bersemayam. Oleh para dukun (wennamon), patung kayu tersebut diberi sesaji, dimanterai, di tengah upacara ritual bersama.

Suku Asmat di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, mengenal patung kayu bisj (baca mbis). Bisj adalah patung kayu pada tiang berbentuk dua orang bersusun, atau lebih.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Upacara pembuatan tiang kayu berpatung manusia bersusun ini diwarnai acara pemenggalan kepala, dan kanibalisme para musuh yang dikalahkan.

Bisj dipercaya melindungi suku Asmat dari ancaman musuh, dan binatang buas. Selain itu, bisj selain diyakini membantu para pemburu mendapatkan hasil buruan melimpah.

Suku Biak yang tinggal di Kabupaten Biak-Numfor, mengenal patung kayu Karwar.

Baca juga: Tingkatkan Produktivitas Tanam, Petani di Manokwari Gunakan Transplanter

Patung berbentuk manusia berkepala besar sedang duduk dengan kaki dilipat seperti orang sedang jongkok ini, bagian telapak tangan, dan telapak kakinya dilipat ke dalam.

“Telapak tangan dan kaki dilipat ke dalam agar nin yang bersemayam dalam patung tersebut, tidak menyeret keluarga yang masih hidup ke alam arwah, atau ke kematian. Matanya pun ditutup dengan manik manik berwarna kuning atau putih, agar sorot mata nin yang memanggil, tertutup,” ungkap pematung karwar, Elly Krey (69) saat ditemui di galerinya, Jalan Jogjakarta, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (19/9/2020).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.