Kompas.com - 27/09/2020, 09:57 WIB
Pematung karwar, Oridek Suruan (36), di rumahnya, di tepi Pantai Pasir Putih, Kwawi, Manokwari Timur, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (19/9/2020). KOMPAS.COM/WINDORO ADIPematung karwar, Oridek Suruan (36), di rumahnya, di tepi Pantai Pasir Putih, Kwawi, Manokwari Timur, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (19/9/2020).

Karwar, lanjutnya, tidak memiliki kemaluan karena nin tak bisa berkembang biak.

Karwar kadang diberi atribut tambahan berupa perisai atau buaya untuk karwar seorang ksatria.

Atribut ular untuk seorang tabib, dan tanaman liar untuk para pemimpin yang melindungi anggota sukunya.

Karwar bagi jasad kepala suku, atau ketua adat, di bagian kepala terpasang tengkorak manusia. Ukuran panjangnya, 50 sentimeter. Nama karwar ini, amfi anir opur bukor.

Baca juga: Cegah Covid-19, Bupati Putuskan Tutup Akses Kapal Pelni Masuk Asmat

Krey menjelaskan, ketika ada anggota keluarga suku Biak yang meninggal, dibuatlah karwar.

Upah bagi pematung karwar adalah piring porselen, gelang logam, gelang siput, makanan, dan parang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karwar diletakkan di sisi jenazah. Usai acara ritual, jenazah dikebumikan, sedang karwar di simpan di rumah duka.

Suku Biak yang kemudian tersebar sampai Nabire, Serui, Wasiyor, Manokwari, dan Teluk Cendrawasih ini percaya, nin dalam karwar bisa ikut memelihara dan menjaga kebun, mendatangkan hujan, menjauhkan mereka dari penyakit dan mara bahaya lainnya. Juga melindungi mereka dari musuh, serta memberi petunjuk arah dan lokasi para nelayan dan pemburu binatang.

Kepercayaan itu membuat orang orang Biak berani mengarungi laut untuk berdagang atau berperang.

“Mudah membedakan perahu perang dan perahu dagang orang Biak. Kalau perahu dagang hanya satu, sedang perahu perang, dua muka. Enam orang di perahu perang tersebut bisa berbalik arah duduk, saat mereka membalikkan arah perahu,” tutur Krey sambil menunjukkan kerajinan kayu perahu dagang dan perahu perang, karyanya.

Baca juga: Australia Kembalikan Tengkorak Asli Suku Asmat dan Dayak Hasil Penyelundupan

Bisa jadi, tradisi karwar suku Biak lebih tua dari tradisi bisj suku Asmat.

Sebab, seperti ditulis Rini Maryonea dari Balai Arkeologi Papua di Jurnal Arkeologi Papua, November 2014, di mulut Gua Yenukem, di Desa Makmakerbo, Kecamatan Biak Timur, Biak Numfor, Papua, ditemukan goresan gambar karwar pada batu.

Seni cadas tersebut diperkirakan dibuat di era neolitikum.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.