Kompas.com - 27/09/2020, 09:57 WIB
Di lokasi inilah, di Pulau Mansinam, Teluk Doreri, Manokwari, Papua Barat, Pendeta Otto dan Geisler, mengawali penyebaran agama Protestan, di Tanah Papua. Keduanya tiba di Pulau Mansinam pada 5 Februari 1855. Sejak itu, setiap tahun, di tanggal 5 Februari, diadakan ibadah besar yang dihadiri puluhan ribu umat Protestan, Papua. KOMPAS.COM/WINDORO ADIDi lokasi inilah, di Pulau Mansinam, Teluk Doreri, Manokwari, Papua Barat, Pendeta Otto dan Geisler, mengawali penyebaran agama Protestan, di Tanah Papua. Keduanya tiba di Pulau Mansinam pada 5 Februari 1855. Sejak itu, setiap tahun, di tanggal 5 Februari, diadakan ibadah besar yang dihadiri puluhan ribu umat Protestan, Papua.

Jadi Cinderamata

Meluasnya ajaran Protestan diikuti Katolik, serta Islam di Tanah Papua, sempat membuat patung-patung tempat bersemayam nin ini menghilang karena dibakar, dan dimusnahkan.

Para pematung pun, berhenti berkarya.

Kehadiran bisj, karwar, dan patung jenis lain tempat bersemayam nin, dianggap menjadi bagian dari tradisi berhala yang mengerikan.

Tetapi di tahun 1960-an, patung patung tersebut muncul kembali sebagai cinderamata yang menarik wisatawan, dan kolektor.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Auguste Rodin, Seniman Pematung The Thinker

Mereka tertarik karena patung patung tersebut mengekspresikan fantasi purba, dan cerita tentang masa lalu orang orang Papua di jaman batu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Masyarakat suku Asmat, memanfaatkan situasi ini dengan membangun sejumlah pemukiman para perajin patung kayu.

Tak sedikit keuntungan yang mereka dapatkan dari sana. Media massa pun bergairah menghadirkan mereka di pentas publik. Sinerji pun terbangun.

Para perajin mengembangkan model model patung yang sesuai dengan keinginan pasar.

Tidak demikian dengan orang-orang Biak perajin patung karwar.

“Regenerasi para pematung karwar dan patung patung bercorak suku Biak saat ini, nyaris terhenti,” keluh Krey yang juga Ketua Harian Dewan Kesenian Tanah Papua, Wilayah Papua Barat.

Baca juga: Dari Benih Lele dan Kerajinan Barang Bekas, Kampung Ini Jadi Tangguh di Tengah Pandemi Corona

Menurut dia, saat ini para pematung tradisional suku Biak di Manokwari tinggal 17 orang.

Dari jumlah tersebut, delapan di antaranya sudah setua dirinya, bahkan lebih.

“Dan dari sembilan pematung muda, cuma seorang di antaranya yang saya nilai, menjanjikan. Namanya Oridek Suruan,” ujar Krey.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.