Calon Petahana Resmi Lawan Kotak Kosong di Pilkada Kota Semarang

Kompas.com - 23/09/2020, 18:08 WIB
Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu resmi ditetapkan sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Semarang oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Semarang pada Rabu (23/9/2020). KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAHendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu resmi ditetapkan sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Semarang oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Semarang pada Rabu (23/9/2020).

SEMARANG, KOMPAS.com - Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu resmi ditetapkan sebagai pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Semarang pada Rabu (23/9/2020).

Pasangan calon petahana tersebut dipastikan bakal melawan kotak kosong pada kontestasi Pilkada 2020 setelah tidak ada kandidat lain yang mendaftar selama masa perpanjangan pendaftaran.

Setelah perpanjangan pendaftaran tersebut ditutup, keduanya telah menjalani pemeriksaan kesehatan pada 14-15 September 2020 di RSUD Kariadi Semarang.

Baca juga: Ini Kata Wali Kota Semarang Adanya Warga Ingin Menularkan Covid-19, Chat WhatsApp Viral di Medsos

Paslon yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini dinyatakan telah memenuhi persyaratan pencalonan sebagai kepala daerah.

Dengan demikian, Hendi-Ita akan melanjutkan ke tahapan pengundian tata letak pada surat suara yang akan dilaksanakan pada 24 September.

"Besok paslon akan diberikan kesempatan untuk mengikuti proses pengundian nanti di surat suaranya posisi letak akan ada di posisi kanan atau kiri. Bahasanya itu adalah kolom kosong," kata Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom usai penetapan paslon di Hotel Patrajasa Semarang.

Setelah itu, dilanjutkan dengan hari pertama kampanye paslon pada 26 September 2020.

"Hari pertama kampanye kami akan melaksanakan deklarasi kampanye damai sekaligus penandatanganan pakta integritas kepada seluruh pihak yang mengikuti kampanye agar mentaati protokol kesehatan," ucapnya.

Baca juga: Enam Paslon Pilkada di Jateng Lawan Kotak Kosong, Pengamat: Preseden Buruk Demokrasi

Pantauan di lokasi saat tahapan penetapan paslon berlangsung tidak tampak kerumunan massa pendukung pasangan Hendi-Ita yang hadir.

Sebelumnya, pada masa pendaftaran paslon dihadiri oleh ratusan pendukung dan simpatisannya.

Kali ini, Hendi-Ita hanya didampingi oleh fraksi DPRD Kota Semarang dan perwakilan seluruh partai pendukung dan pengusungnya.

"Kami terima kasih kepada KPU Kota Semarang. Hari ini kami sudah ditetapkan menjadi pasangan calon. Dan, hanya ada satu paslon di Semarang ini," ujarnya.

Disinggung terkait strategi kampanye, Hendi berjanji akan menjalani seluruh tahapan dengan baik. Terutama disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: 6 Calon Kepala Daerah di Jateng Berpotensi Lawan Kotak Kosong

"Saya tidak mau tim kita, masyarakat atau teman teman media terkena Covid-19 hanya gara-gara kita kampanye. Maka, kita akan ikuti seluruh aturan yang ada, termasuk melakukan kampanye secara virtual," tandasnya.

Hendi-Ita diusung oleh seluruh partai yang memiliki kursi di DPRD Kota Semarang yaitu PDI-P, Gerindra, Demokrat, NasDem, Golkar, PKB, PSI, PAN, dan PKS.

Tak hanya itu, mereka juga didukung oleh partai non-parlemen yaitu PPP, PKPI, Berkarya, PBB, Gelora dan Hanura.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Unila Batal Terjunkan 4.317 Mahasiswa KKN, Didesak Warganet hingga Konsultasi ke Kemdikbud

Fakta Unila Batal Terjunkan 4.317 Mahasiswa KKN, Didesak Warganet hingga Konsultasi ke Kemdikbud

Regional
Cerita di Balik Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras, Paman Mengaku Iseng agar Ponakannya Tak Menangis

Cerita di Balik Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras, Paman Mengaku Iseng agar Ponakannya Tak Menangis

Regional
Bertengkar dengan Pelaku di Depan Ibunya, Terbongkar Siswi Ini Diperkosa Saat Cari Sinyal

Bertengkar dengan Pelaku di Depan Ibunya, Terbongkar Siswi Ini Diperkosa Saat Cari Sinyal

Regional
Istri Bantu Suami Perkosa Rekan Kerja, Diancam Diceraikan jika Tak Menurut

Istri Bantu Suami Perkosa Rekan Kerja, Diancam Diceraikan jika Tak Menurut

Regional
Susiato Tewas Dibacok Teman Satu Kos, Polisi: Pelaku Tersinggung Disebut Ganteng

Susiato Tewas Dibacok Teman Satu Kos, Polisi: Pelaku Tersinggung Disebut Ganteng

Regional
Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewaskan 1 Orang, Pemilik Pabrik: Penjaga Iseng Main Korek

Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewaskan 1 Orang, Pemilik Pabrik: Penjaga Iseng Main Korek

Regional
Usai dari Luar Kota, Wakil Bupati Pangandaran dan Istri Positif Covid-19

Usai dari Luar Kota, Wakil Bupati Pangandaran dan Istri Positif Covid-19

Regional
Pilu, Siswi 15 Tahun Diperkosa di Hutan Saat Cari Sinyal untuk Belajar Daring

Pilu, Siswi 15 Tahun Diperkosa di Hutan Saat Cari Sinyal untuk Belajar Daring

Regional
Cerita Pria Gunakan Foto Artis Korea untuk Menipu, Ancam Sebar Foto Bugil, 8 Perempuan Jadi Korban

Cerita Pria Gunakan Foto Artis Korea untuk Menipu, Ancam Sebar Foto Bugil, 8 Perempuan Jadi Korban

Regional
Provinsi Jawa Tengah Kembali Terima 248.600 Dosis Vaksin, Ganjar Minta 12 Daerah Langsung Eksekusi

Provinsi Jawa Tengah Kembali Terima 248.600 Dosis Vaksin, Ganjar Minta 12 Daerah Langsung Eksekusi

Regional
Menyoal KKN Lapangan Unila, Rencana Libatkan Ribuan Mahasiswa hingga Ditunda Setelah Diprotes Warganet

Menyoal KKN Lapangan Unila, Rencana Libatkan Ribuan Mahasiswa hingga Ditunda Setelah Diprotes Warganet

Regional
UPT Logam Purbalingga Terbakar Hebat, 1 Orang Tewas dan 3 Gedung Rusak Berat

UPT Logam Purbalingga Terbakar Hebat, 1 Orang Tewas dan 3 Gedung Rusak Berat

Regional
Kronologi Pria Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Berawal dari Kencan yang Tak Dibayar

Kronologi Pria Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Berawal dari Kencan yang Tak Dibayar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ini Alasan Siswi Non-Muslim di Padang Diwajibkan Pakai Jilbab | Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras oleh Pamannya

[POPULER NUSANTARA] Ini Alasan Siswi Non-Muslim di Padang Diwajibkan Pakai Jilbab | Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras oleh Pamannya

Regional
Duduk Perkara Dokter Ditemukan Tewas Dalam Mobil Sehari Setelah Divaksin Covid-19, Diduga Sakit Jantung

Duduk Perkara Dokter Ditemukan Tewas Dalam Mobil Sehari Setelah Divaksin Covid-19, Diduga Sakit Jantung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X