Enam Paslon Pilkada di Jateng Lawan Kotak Kosong, Pengamat: Preseden Buruk Demokrasi

Kompas.com - 16/09/2020, 05:35 WIB
Ilustrasi: Pilkada Serentak ANTARA FOTO/Nova WahyudiIlustrasi: Pilkada Serentak

SEMARANG, KOMPAS.com - Enam pasangan calon kepala daerah dalam pilkada serentak di Jawa Tengah dipastikan melawan kotak kosong setelah tidak ada kandidat baru yang mendaftarkan diri.

Lima dari enam paslon tunggal tersebut merupakan petahana yakni Kota Semarang, Kabupaten Sragen, Boyolali, Kebumen, Grobogan. Sementara, satu paslon bukan petahana berasal dari Wonosobo.

Pengamat Politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Wijayanto menyoroti kontestasi politik pilkada melawan kotak kosong.

Baca juga: Saat Pilkada Kembali Diwarnai Fenomena Bakal Paslon Tunggal...

Dia menilai, paslon tunggal dalam melawan kotak kosong bukan merupakan pilihan yang terbaik dalam membangun proses demokrasi.

Sebab, hal ini membuat masyarakat hanya mempunyai pilihan yang terbatas, bahkan tidak adanya pilihan lain untuk perbandingan.

"Paslon tunggal adalah preseden buruk untuk demokrasi karena membuat publik hanya punya pilihan yang terbatas. Bahkan tidak ada pilihan," jelas Wijayanto saat dihubungi, Selasa (15/9/2020).

Menurutnya, kemunculan paslon tunggal di suatu daerah merupakan refleksi bahwa partai gagal melakukan kaderisasi politik dan melahirkan calon alternatif yang bertujuan mencetak pemimpin bangsa.

Selain itu, dia juga beranggapan jika paslon tunggal tidak menstimulus adanya debat dan penajaman visi misi.

Tentu saja, hal ini memunculkan anggapan bahwa melawan kotak kosong justru lebih mudah memenangkan perolehan suara.

"Ini karena tidak ada perbandingan dari calon lain yang memperebutkan suara," ucapnya.

Baca juga: KPU: Ada Kecenderungan Jumlah Paslon Tunggal di Pilkada Terus Naik

Namun demikian, munculnya paslon tunggal juga memiliki tantangan yakni bisa saja masyarakat akan memilih kotak kosong jika tidak suka.

"Bisa, tapi kemungkinannya kecil karena masyarakat kita cenderung pasif. Sebagian dari mereka datang ke TPS hanya jika ada mobilisasi. Yang bisa melakukan ini adalah calon," ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Regional
Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Regional
AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

Regional
Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Regional
Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Regional
Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Regional
Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Regional
Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Regional
2 Kantor Polisi di Buton Utara Dirusak Sekelompok Orang, Seorang Polisi Terluka

2 Kantor Polisi di Buton Utara Dirusak Sekelompok Orang, Seorang Polisi Terluka

Regional
Pemerintah Pusat Tak Naikkan Upah Minimum 2021, Wali Kota Solo Berharap Tak Ada PHK Karyawan

Pemerintah Pusat Tak Naikkan Upah Minimum 2021, Wali Kota Solo Berharap Tak Ada PHK Karyawan

Regional
Anggotanya Intimidasi Personel Band, Dansat Brimob Polda DIY Minta Maaf

Anggotanya Intimidasi Personel Band, Dansat Brimob Polda DIY Minta Maaf

Regional
BPBD Sebut Ada 21 Kecamatan di Luwu Berpotensi Banjir

BPBD Sebut Ada 21 Kecamatan di Luwu Berpotensi Banjir

Regional
Oknum Brimob yang Diduga Jual Senjata ke KKB Akan Dijerat Pidana Umum

Oknum Brimob yang Diduga Jual Senjata ke KKB Akan Dijerat Pidana Umum

Regional
Kronologi Seorang Tukang Kayu Tewas Tersengat Listrik Saat Buat Kerangka Jendela Pesanan Pembeli

Kronologi Seorang Tukang Kayu Tewas Tersengat Listrik Saat Buat Kerangka Jendela Pesanan Pembeli

Regional
Aktivitas Merapi Meningkat, Bupati Magelang Minta Jalur Evakuasi Diperiksa

Aktivitas Merapi Meningkat, Bupati Magelang Minta Jalur Evakuasi Diperiksa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X