6 Bulan Berjuang, Tenaga Medis di Aceh Belum Dapat Insentif

Kompas.com - 15/09/2020, 18:49 WIB
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh, Safrizal Rahman saat diwawancarai kompas.com, Selasa (15/09/2020). KOMPAS.COM/TEUKU UMARKetua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh, Safrizal Rahman saat diwawancarai kompas.com, Selasa (15/09/2020).

BANDA ACEH , KOMPAS.com - Sudah 6 bulan tenaga medis di Aceh melakukan penangan pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit rujukan di seluruh kabupaten dan kota.

Namun, hingga saat ini mereka belum mendapatkan insentif dari pemerintah, seperti yang pernah dijanjikan oleh Pelaksana tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah beberapa waktu lalu.  

“Seluruh tenaga medis yang bergerak menangani pasien positif Covid-19, hingga saat ini memang belum mendapatkan insentif sesuai dengan yang dijanjikan oleh pemerintah,” kata Safrizal Rahman selaku Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh saat ditemui Kompas.com, Selasa (15/9/2020).

Baca juga: Ini Pengakuan Pengemudi Mobil yang Tabrak Pesepeda hingga Tewas

Menurut Safrizal, insentif penunjang yang dijanjikan akan diberikan kepada seluruh tenaga medis yang terlibat dalam penanganan Covid-19 itu memang anggarannya dari pemerintah pusat.

Namun, menurut Safrizal, Pemerintah Provinsi Aceh tentu bisa melakukan talangan dengan menggunakan anggaran daerah, seperti yang dilakukan oleh banyak daerah lain di Indonesia.

“Di beberapa provinsi lain di Indonesia, mereka melakukan inovasi dengan menggunakan anggaran pemerintah setempat untuk insentif tenaga medis yang berjuang menangani Covid-19. Nanti kalau dana dari pusat sudah turun, maka akan dikembalikan ke daerah,” kata dia.

Baca juga: Tak Cukup Denda, Pelanggar Protokol Kesehatan Dihukum Baca Kitab Suci

Safrizal menyebutkan, para tenaga medis yang terlibat dalam penangan Covid-19 di Aceh saat ini galau, karena menunggu kepastian insentif yang tak kunjung datang.

Sementara, di sisi lain mereka dituntut untuk tetap dapat bekerja dengan risiko dan beban yang sangat berat selama pandemi virus corona.

“Kalau boleh kita katakan, galau petugas medis di Aceh, karena sudah menunggu berbulan-bulan tidak mendapatkan insentif. Seharusnya Pemerintah Aceh harus mengambil langkah pasti,” kata Safrizal.

Baca juga: Fakta Baru, Ibu Bunuh Anak karena Susah Diajari Belajar Online

Sebelumnya, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah berjanji akan memberikan insentif bagi tenaga medis yang menangani pasien Covid-19. 

Insentif tersebut akan diambil dari alokasi dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA).

“Insentif sudah diatur oleh negara, Presiden telah menyebutkan jumlahnya. Meski demikian, kita juga sudah mempersiapkan insentif dengan skema APBA,” kata Nova Iriansyah beberapa waktu lalu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X