Pengamat Sebut Pemecatan Anak Bupati Semarang Hanya Gertak Sambal

Kompas.com - 04/09/2020, 17:58 WIB
Biena Munawa Hatta (tengah) KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANABiena Munawa Hatta (tengah)

UNGARAN, KOMPAS.com - Rencana pemecatan anak bupati Semarang Biena Munawa Hatta dari kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDI-P) dinilai hanya gertak sambal.

Pasalnya, isu ini dihembuskan jelang pendaftaran pasangan bakal calon bupati-wakil bupati ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang.

"Pemecatan itu tidak bisa serta-merta, harus ada tolok ukur yang jelas. Profesionalitas Biena selama menjadi anggota DPRD harus menjadi indikatornya. Tidak bisa hanya karena alasan Biena adalah anak dari kompetitor yang diusung PDI-P," kata pengamat politik dari Fiskom UKSW Putri Hergianasari saat dihubungi, Jumat (4/9/2020).

Baca juga: Terancam Dipecat dari PDI-P, Anak Bupati Semarang Bungkam

Menurutnya, jika serius memberikan sanksi, maka sudah dilakukan sejak awal ketika nama Bintang Narsasi muncul sebagai bakal calon yang diusung partai selain PDI-P.

Dia menilai, posisi Biena saat ini adalah instrumen politik yang menjadi alat tarik ulur kedua kubu, Bintang Narsasi Mundjirin-Gunawan Wibisono dan Ngesti Nugraha-Basari.

"Dia semacam disandera untuk menjadi bahan politik mengenai kesetiaan atau loyalitas," ucapnya.

Mengenai kekuatan kedua pasangan calon, Putri menilai sangat berimbang.

"Bintang ini kan istri Mundjirin yang kemarin diusung PDI-P. Ini sedikit banyak bisa memengaruhi suara Ngesti kalau sosialisasi dari PDI-P tidak maksimal," paparnya.

Baca juga: Tolak Tawaran Jadi Cawabup, Anggota DPRD Kabupaten Semarang Terancam Dipecat

Terpisah, Juru Bicara Keluarga Mundjirin, Masud Ridwan mengatakan, Biena Munawa Hatta akan melakukan perlawanan terhadap rencana pergantian antarwaktu (PAW) yang direncanakan DPD PDI-P Jawa Tengah.

Menurut dia, selama ini Biena tak pernah melakukan pelanggaran terhadap aturan partai.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Yogyakarta Klaim Sudah Minta Indonesian Scooter Festival Diawasi

Pemkot Yogyakarta Klaim Sudah Minta Indonesian Scooter Festival Diawasi

Regional
Polisi Dalami Keterlibatan FPI Dalam Demonstrasi di Rumah Mahfud MD

Polisi Dalami Keterlibatan FPI Dalam Demonstrasi di Rumah Mahfud MD

Regional
Buat Kerumunan di Yogyakarta, Indonesian Scooter Festival Dibubarkan

Buat Kerumunan di Yogyakarta, Indonesian Scooter Festival Dibubarkan

Regional
Debat Publik Pilkada Surabaya, Kedua Paslon Ungkap Gagasan Jaga Toleransi

Debat Publik Pilkada Surabaya, Kedua Paslon Ungkap Gagasan Jaga Toleransi

Regional
Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Regional
Teriak 'Bunuh..Bunuh', Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Teriak "Bunuh..Bunuh", Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Regional
Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Regional
Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Regional
Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Regional
13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

Regional
Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Regional
Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Regional
62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

Regional
Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

Regional
Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X