6 Bulan Pandemi, Guru Honorer di Pamekasan Masih Menanti Bantuan Covid-19

Kompas.com - 03/09/2020, 17:39 WIB
Ilustrasi virus corona (SARS-CoV-2), Covid-19 ShutterstockIlustrasi virus corona (SARS-CoV-2), Covid-19

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Ribuan guru honorer dan guru ngaji menanti bantuan dana Covid-19 dari Bupati Pamekasan Baddrud Tamam.

Mereka dijanjikan bantuan sebesar Rp 600.000 setiap bulan selama pandemi.

Namun, sudah enam bulan pademi berlangsung, bantuan tidak kunjung cair. Mereka sudah didata, membuat rekening, dan membuat pernyataan di atas materai.

Junaidi, salah satu guru honorer mengaku kecewa karena bantuan yang dijanjikan bupati tak kunjung cair. Sementara aktivitas belajar tatap muka segera digelar.

"Kami bersama guru honorer yang lain sudah mengadu ke kepala dinas pendidikan, ke anggota dewan. Tapi belum juga ada kepastian waktu kapan akan dicairkan," ujar Junaidi saat dihubungi, Kamis (3/9/2020).

Junaidi menambahkan, guru honorer mendapatkan bayaran sebesar Rp 150.000 sampai Rp 300.000 per bulan. Ia merasa dianaktirikan dibandingkan penerima bantuan Covid-19 lain yang telah tiga kali menerima bantuan.

Baca juga: Perkara Dilimpahkan ke PN Denpasar, Jerinx Tunggu Jadwal Sidang

Padahal, menurut Junaidi, guru honorer juga berhak mendapatkan bantuan karena pendapatannya yang minim. Dampak Covid-19 sangat terasa kepada guru honorer. Mereka juga tidak mendapat bantuan dari PKH, BLT, dan BPNT.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan Ahmad Zaini mengatakan, dana Covid-19 bagi guru honorer belum cair karena proses verifikasi berkas pengajuan yang lama.

Sejauh ini, sebanyak 19.000 guru honorer dan guru ganji mengajukan permohonan untuk mendapatkan bantuan itu.

Data belasan ribu guru itu diverifikasi ke Kementerian Agama Pamekasan dan Dinas Pendidikan. Setelah diverifikasi, ditemukan data guru yang ganda.

"Kita verifikasi satu-satu agar tidak ada data ganda," ujar Zaini saat dikonfirmasi, Kamis.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kawanan Pencuri Bawa Kabur Bus Rp 1,7 Miliar, Padahal Sedang Mogok

Kawanan Pencuri Bawa Kabur Bus Rp 1,7 Miliar, Padahal Sedang Mogok

Regional
Pengungsi Erupsi Gunung Merapi di Sleman Kembali ke Rumah, Sempat Gelar Tumpengan

Pengungsi Erupsi Gunung Merapi di Sleman Kembali ke Rumah, Sempat Gelar Tumpengan

Regional
Paus yang Terjebak Lumpur di Sungai Akhirnya Lepas Berkat Warga

Paus yang Terjebak Lumpur di Sungai Akhirnya Lepas Berkat Warga

Regional
Bupati Tegal Umi Azizah Tak Divaksin Covid-19 karena Terganjal Usia

Bupati Tegal Umi Azizah Tak Divaksin Covid-19 karena Terganjal Usia

Regional
Musisi di Bali Edarkan Ganja, Berdalih Sepi Manggung Saat Pandemi

Musisi di Bali Edarkan Ganja, Berdalih Sepi Manggung Saat Pandemi

Regional
Video Viral Wajah Warga di Makassar Terkena Anak Panah, Ini Kata Polisi

Video Viral Wajah Warga di Makassar Terkena Anak Panah, Ini Kata Polisi

Regional
Diabaikan Pengunjung Kafe, Kapolres: Kalau Tidak Pulang, Saya Angkut

Diabaikan Pengunjung Kafe, Kapolres: Kalau Tidak Pulang, Saya Angkut

Regional
4 Kasus Pemalsuan Surat Rapid Test, Lupa Ubah Nomor hingga Palsukan Tanda Tangan Dokter

4 Kasus Pemalsuan Surat Rapid Test, Lupa Ubah Nomor hingga Palsukan Tanda Tangan Dokter

Regional
Hendak Digugat Cerai, Seorang Suami di Surabaya Jebak Istri Bawa Sabu agar Ditangkap Polisi, Ini Ceritanya

Hendak Digugat Cerai, Seorang Suami di Surabaya Jebak Istri Bawa Sabu agar Ditangkap Polisi, Ini Ceritanya

Regional
2 Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Asal Lampung Teridentifikasi

2 Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Asal Lampung Teridentifikasi

Regional
Kasus Anak Gugat Ibu karena Fortuner Mulai Disidangkan, Kedua Pihak Siap Berdamai

Kasus Anak Gugat Ibu karena Fortuner Mulai Disidangkan, Kedua Pihak Siap Berdamai

Regional
Setelah Videonya Buang Ratusan Telur Viral, Suparni Menyesal dan Minta Maaf

Setelah Videonya Buang Ratusan Telur Viral, Suparni Menyesal dan Minta Maaf

Regional
Polisi Hancurkan 563 Knalpot 'Racing'

Polisi Hancurkan 563 Knalpot "Racing"

Regional
Divaksin Covid-19, Bupati Wonogiri: Rasanya Seperti Digigit Semut Rangrang

Divaksin Covid-19, Bupati Wonogiri: Rasanya Seperti Digigit Semut Rangrang

Regional
6 Warga NTB Korban Sindikat Pengiriman TKI Ilegal Dicegah Masuk Malaysia

6 Warga NTB Korban Sindikat Pengiriman TKI Ilegal Dicegah Masuk Malaysia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X