Kompas.com - 20/08/2020, 19:28 WIB
Salah seorang petugas pemulsaraan jenazah RSUD Soekardjo Kota Tasikmalaya, memprotes insentif covid-19 belum cair dan menuliskan cepat cair ingin nikah, Kamis (20/8/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHASalah seorang petugas pemulsaraan jenazah RSUD Soekardjo Kota Tasikmalaya, memprotes insentif covid-19 belum cair dan menuliskan cepat cair ingin nikah, Kamis (20/8/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Puluhan petugas Unit Instalasi Pemulasaraan Jenazah Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soekardjo, Kota Tasikmalaya, melakukan protes karena insentif yang tak kunjung cair.

Mereka menuliskan kalimat protes di bagian belakang pakaian hazmat atau alat pelindung diri (APD) yang dipakai saat mengurus jenazah pasien Covid-19 pada Kamis (20/8/2020) dini hari.

Salah satu petugas, RZ (22) menuliskan kalimat, enggal cair, hoyong kawin (cepat cair, ingin nikah).

RZ mengaku, uang insentif itu akan dipakai untuk menambah biaya pernikahannya.

"enggal cair hoyong kawin (cepat cair ingin nikah). Jujur kalau cair saya mau pakai biaya nikah Pak, buat tambahannya. Tapi, belum cair juga selama ini," jelas RZ (22) di RSUD Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Kamis.

Baca juga: Akui Perbuatannya, Polisi yang Minta Rp 1 Juta Saat Tilang Turis Jepang Terancam Dipecat

RZ menjelaskan, ide untuk melakukan protes telah lama dipikirkan para petugas pemulasaraan jenazah Covid-19 di RSUD Kota Tasikmalaya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka pun memutuskan melakukan protes itu pada Kamis (20/8/2020) dini hari. Saat itu, ada seorang pasien Covid-19 yang meninggal.

"Biasanya kan kalau ada yang meninggal pasien covid, banyak jurnalis yang meliput. Jadi, sekalian saja kita kompak mencurahkan hati kami, kenapa insentif covid-19 buat kami tak cair sampai sekarang," ujar dia.

RS mengaku telah siap dengan segala konsekuensi yang menantinya di depan. Sebab, RZ telah bertugas sebagai petugas pemulasaraan jenazah Covid-19 sejak Maret 2020.

Apalagi, insentif tenaga medis lainnya di rumah sakit telah cair dari pihak manajemen.

"Apalah salah kami menagih hak kami? Kami sudah menjalankan tugas dengan baik sekarang ini dalam memerangi Covid-19," jelasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X