Kasus Penyerangan di Acara Midodareni Berawal dari Grup WhatsApp

Kompas.com - 20/08/2020, 14:25 WIB
Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak dalam konferensi pers kasus dugaan pengeroyokan dan perusakan acara adat midodareni di Mapolresta Solo, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak dalam konferensi pers kasus dugaan pengeroyokan dan perusakan acara adat midodareni di Mapolresta Solo, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2020).

SOLO, KOMPAS.com - Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak mengungkap kronologi kasus dugaan pengeroyokan dan perusakan dalam acara adat midodareni (doa jelang pernikahan).

Adapun penyerangan tersebut terjadi di Mertodranan, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (8/8/2020) lalu.

Dalam peristiwa itu, tiga orang terluka.

Baca juga: Pisang Ajaib, Berbuah 12 Tandan hingga Tanpa Daun dan Batang

Menurut Ade, penyerangan itu berawal dari pesan ajakan yang disampaikan dalam grup WhatsApp.

"Ajakan untuk melakukan aksi kekerasan berawal dari grup WA," kata Ade dalam konferensi pers di Solo, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2020).

Setelah itu, beberapa orang yang diduga pelaku maupun tersangka mendatangi lokasi acara midodareni.

"Di situ kemudian terjadi komando untuk melakukan aksi kekerasan secara bersama-sama terhadap orang maupun barang," kata Ade.

Baca juga: Video Viral Polisi di Bali Menilang Turis Jepang, Diduga Minta Rp 1 Juta

Menurut Ade, ada beberapa grup WhatsApp yang digunakan untuk menghasut para pelaku lainnya dalam melakukan aksi pengeroyokan dan perusakan.

"Jadi, ini (pelaku) merupakan gabungan dari beberapa kelompok," ujar Ade.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

Regional
4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

Regional
Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Regional
Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Regional
Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Regional
Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar 'Open House' dan Syukuran Usai Dilantik

Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar "Open House" dan Syukuran Usai Dilantik

Regional
Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Regional
Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Regional
Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Regional
Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Regional
Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Regional
Melawan Polisi Pakai Celurit, 2 Pencuri Motor Ditembak

Melawan Polisi Pakai Celurit, 2 Pencuri Motor Ditembak

Regional
Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Regional
Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Regional
Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X