Sultan HB X soal Sekolah Dibuka Kembali: Belakangan Saja

Kompas.com - 11/08/2020, 20:18 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X saat memberikan statemen di kompleks kepatihan, Yogyakarta, Selasa (11/8/2020) Kompas.com/Wisang Seto PangaribowoGubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X saat memberikan statemen di kompleks kepatihan, Yogyakarta, Selasa (11/8/2020)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X (HB X) belum berencana mengizinkan kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung di sekolah.

Wabah virus corona yang masih merebak di DIY dianggapnya masih terlalu berisiko jika dilakukan belajar secara tatap muka.

"Jangan dulu lah, masih fluktuatif saya belum tahu kita ini di zona mana oranye atau kuning terlalu besar resikonya untuk anak-anak. Biar belakangan saja," kata HB X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (11/8/2020).

Baca juga: Sultan HB X Enggan Terapkan Sanksi Protokol Kesehatan, Ini Respons Mahfud MD

Ketimbang mengizinkan sekolah kembali dibuka, HB X memilih untuk melakukan pemeriksaan swab tenggorokan warganya secara massal.

"Kita lebih baik memforsir untuk swab yang sekarang sudah terjadi, dengan harapan kita punya kepastian terlebih dahulu dari pada kita coba-coba resikonya terlalu besar," ungkapnya.

Sekolah di DI Yogyakarta secara keseluruhan belum siap untuk melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka di tengah pandemi Covid-19.

"Kalau melakukan pembelajaran tatap muka dengan situasi seperti ini kami boleh mengatakan kita belum siap, saat ini belum ada tatap muka kalau nanti sekolah dibuka akan lebih beresiko," ucap Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Didik Wardaya saat dihubungi, Senin (10/8/2020).

Baca juga: Sultan HB X: Selama Masyarakat Masih Bisa Diajak Berdialog, Kenapa Pakai Sanksi?

Menurutnya, walaupun saat ini Menteri Pendidikan Nadiem Makarim telah memperbolehkan sekolah dengan tatap muka pada zona kuning maupun hijau, pihaknya enggan mengambil resiko.

"Kebijakan Pemerintah daerah (Pemda) itu nanti untuk mahasiswa dulu, rencananya akan dibuka pada bulan September lalu dilakukan evaluasi setelah itu baru diikuti oleh jenjang di bawahnya," ucapnya.

Hal tersebut, sesuai dengan arahan HB X yang menghendaki sekolah dibuka secara bertahap dan dimulai dari jenjang yang paling tinggi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Terkini Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, 1 Rumah di Ciamis Rusak, Getaran Terasa hingga Banyumas

Fakta Terkini Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, 1 Rumah di Ciamis Rusak, Getaran Terasa hingga Banyumas

Regional
Bacok Istri dan Mertua karena Digugat Cerai, Residivis Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Bacok Istri dan Mertua karena Digugat Cerai, Residivis Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Regional
Tiga Perumahan di Kabupaten Bogor Terendam Banjir, 1.100 Jiwa Mengungsi

Tiga Perumahan di Kabupaten Bogor Terendam Banjir, 1.100 Jiwa Mengungsi

Regional
Akhir Perjalanan Perwira Polisi yang Jadi Kurir Sabu 16 Kilogram

Akhir Perjalanan Perwira Polisi yang Jadi Kurir Sabu 16 Kilogram

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Satu Rumah Warga di Ciamis Rusak

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Satu Rumah Warga di Ciamis Rusak

Regional
Wali Kota Tasikmalaya: Biarlah Saya Ditahan KPK, tapi...

Wali Kota Tasikmalaya: Biarlah Saya Ditahan KPK, tapi...

Regional
Diharapkan Ungguli Thailand, Sirkuit MotoGP Mandalika Incar 2 Hal Ini

Diharapkan Ungguli Thailand, Sirkuit MotoGP Mandalika Incar 2 Hal Ini

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Ini Penjelasan PVMBG

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Ini Penjelasan PVMBG

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Banyumas

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Banyumas

Regional
Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Regional
Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Regional
Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Regional
Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Regional
Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X