Demi Hidupi Anak dan Cucu di Kampung, Mak Romlah Rela Jadi Penjual Gorengan di Semarang

Kompas.com - 05/08/2020, 14:17 WIB
Mak Romlah, nenek penjual gorengan berjalan kaki keliling membawa dagangannya ke perkampungan di Semarang, Selasa (4/8/2020). KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAMak Romlah, nenek penjual gorengan berjalan kaki keliling membawa dagangannya ke perkampungan di Semarang, Selasa (4/8/2020).

Mak Romlah yang ditinggal pergi suaminya saat dirinya hamil ini mengenang kisahnya sebelum dirinya berjualan gorengan di Semarang.

Sewaktu masih remaja, dia pernah menjalani pekerjaan di Jakarta sebagai pembantu rumah tangga.

"Saat itu masih hamil ditinggal suami pergi. Kerja di Jakarta jadi pembantu rumah tangga, pernah jaga toko, jaga orang tua sakit. Waktu melahirkan pulang ke kampung. Lalu mulai kerja lagi. Saya kerja apa saja mau karena orang enggak punya. Pernah kerja di Serang, Banten, Malang, Kalimantan dan sekarang di Semarang. Waktu itu uangnya dikumpulin buat bantu orangtua karena hidupnya juga kekurangan," ungkapnya.

Baca juga: Detik-detik Seorang Ibu Melahirkan di Atas Mobil Patroli Polisi Tanpa Bantuan Medis

Mak Romlah yang hanya lulus sekolah dasar ini bercerita kedua orangtuanya meninggal dunia setelah ada peristiwa meletusnya Gunung Merapi pada 2010.

Belum lagi, saat mendengar kabar suaminya yang meninggal dunia karena tenggelam saat bekerja sebagai ABK di kapal.

Meski sudah berpisah dengan suaminya itu, tapi hati Mak Romlah merasa teriris takala mengetahui kabar duka tersebut.

"Setelah berpisah suami sempat menikah lagi. Dia bekerja di sebuah kapal sebagai kuli angkut barang, tapi meninggal dunia karena tenggelam," ceritanya sambil menahan haru.

Di tengah kondisinya yang serba kekurangan, Mak Romlah tetap tegar dan sudah terbiasa berjuang hidup sendiri. Dia tak ingin menyusahkan orang lain.

Terlebih menyusahkan adik kandungnya yang sudah puluhan tahun tidak bertemu dengannya karena sudah hidup berkeluarga dan tinggal di Solo.

Baca juga: Di Balik Cerita Istri ABK Kirim Surat Terbuka kepada Jokowi, Khawatir Setelah Suami Setahun Hilang Kontak

"Makan setiap hari paling nasi sama sayur saja sama teh. Biar cukup. Kalau jajan yang murah karena uangnya enggak cukup, tapi saya tetap jalani aja. Pengen dikumpulin uangnya buat beli tivi di kamar kontrakan. Sekarang kan sudah tua, apalagi pernah sakit gula tapi sudah sembuh, tapi semoga keinginan beli tivi bisa terwujud," harapnya.

Di usianya yang tak lagi muda dan pernah menderita diabetes, Mak Romlah tetap pantang menyerah berjualan keliling setiap hari. Dia tak pernah mengeluh meskipun hidupnya susah.

"Meskipun jualan gini (gorengan) yang penting enggak punya utang. Pernah ditawarin jualan warungan tapi saya engga punya biaya. Wes jualan gini saja sudah cukup yang penting sehat terus enggak mikir utang. Bisa lihat kedua cucu saya senang, saya juga ikut senang," ucapnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Regional
Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Regional
Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Regional
Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Regional
Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Regional
Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Regional
Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Regional
Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Regional
Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Regional
Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Regional
Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Regional
Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Regional
Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Regional
Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X