Unand Sediakan 1.866 Kursi Mahasiswa Baru Lewat Jalur Mandiri, Seleksi Pakai Nilai Rapor

Kompas.com - 27/07/2020, 06:20 WIB
Ilustrasi kuliah di luar negeri. ShutterstockIlustrasi kuliah di luar negeri.

PADANG, KOMPAS.com - Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat menyediakan 1.866 kursi untuk mahasiswa baru melalui jalur seleksi mandiri.

Jalur mandiri ini dibuka untuk 48 program studi di 15 fakultas di Unand yang pendaftarannya secara online di http://pmb.unand.ac.id hingga 24 Agustus mendatang.

"Seleksi mandiri memberikan kesempatan bagi lulusan SMA sederajat yang mempunyai kemampuan akademik dan prestasi unggul dalam bidang minat, bakat, dan nalar," kata Rektor Unand Yuliandri yang dihubungi Kompas.com, Minggu (26/7/2020).

Baca juga: Kisah Dokter Andani, Kepala Lab Unand yang Jadi Pahlawan Sumbar Kendalikan Covid-19 (1)

Jalur penerimaan mahasiswa baru melalui seleksi mandiri terdiri dari dua varian yakni Seleksi Mandiri Berdasarkan Kemampuan Akademik (SMBKA) dan Seleksi Mandiri Berdasarkan Prestasi Unggul (SMBPU).

Menurut Yuliandri, proporsi penerimaan mahasiswa melalui SMBKA minimal 75 persen sedangkan SMBPU maksimal 25 persen dari total daya tampung jalur mandiri.

Khusus bagi peserta yang lulus melalui jalur SMBPU mereka tidak dibebankan biaya pengembangan institusi (PI) dan penetapan level UKT-nya (uang kuliah tunggal) berdasarkan kemampuan keluarga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Fisip Unand: 77 Persen Warga Dukung Pembangunan Tol Padang-Pekanbaru

Tahun ini Unand tidak lagi bergabung dengan Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (SMMPTN) seperti tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, sistem ujian tulis di masa pandemi tidak memungkinkan, terutama dari segi izin pemerintah daerah yang akan rumit.

Terkait Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) merupakan program pusat yang ditanggung langsung oleh pusat atas rekomendasi gubernur.

“Namun, untuk jalur mandiri itu tentu menjadi tanggung jawab rektor tidak ada perlindungan dari pusat,” kata Yuliandri.

Baca juga: Wisuda di Tengah Pandemi Corona, Unand Gratiskan Biaya Wisuda

Menurut Yuliandri, Unand memilih tidak melakukan ujian tetapi menggunakan nilai UTBK dalam proses seleksinya.

Menggunakan nilai UTBK tidak salah karena di dalam peraturan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) dibolehkan.

"Bagi mereka yang tidak punya sertifikat UTBK sama sekali, dapat menggunakan rapor, tetapi ada juga nilai lain seperti prestasi akademik dan kemudian reputasi sekolah serta serapan alumni di perguruan tinggi yang akan jadi pertimbangan,” jelas Yuliandri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X