Direktur PDAM Kudus Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pungli Penerimaan dan Pengangkatan Karyawan

Kompas.com - 15/07/2020, 22:32 WIB
Ilustrasi suap NETIlustrasi suap

KUDUS, KOMPAS.com - Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menetapkan  Direktur Utama PDAM Kabupaten Kudus  Ayatullah Humaini sebagai tersangka atas kasus dugaan pungutan liar ( pungli) penerimaan dan pengangkatan karyawan di lingkungan PDAM Kudus. 

Dari kasus tersebut, Kejati Jateng juga menyeret pemilik Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Mitra Jati Mandiri, Sukma Oni Irwadani sebagai tersangka.

Hingga kini total sudah ada tiga tersangka setelah sebelumnya salah satu Kepala Seksi PDAM Kudus, T terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka.

Saat ini T masih dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kudus.

"Benar Direktur PDAM Kudus berinisial A dan O orang swasta sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Jateng beberapa hari lalu," kata Plt Bupati Kudus, HM Hartopo saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel, Rabu (15/7/2020).

Baca juga: Pegawai Kena OTT Kasus Suap, Kejari Juga Akan Periksa Direktur PDAM Kudus

Kepala Kejaksaan Negeri Kudus Rustriningsih juga membenarkan penetapan dua tersangka baru berinisial A dan O tersebut oleh Kejati Jateng.

Meski demikian, ia enggan berkomentar lebih jauh lantaran sudah ditangani Kejati Jateng.

"A dan O ditetapkan Kejati Jateng sebagai tersangka baru atas kasus dugaan penyelewengan dalam penerimaan dan pengangkatan pegawai PDAM Kudus," kata Rustriningsih.

Baca juga: OTT Pegawai PDAM Kudus, Kejari Kudus Amankan Uang Rp 65 Juta di Jok Motor

Satgas Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus, Jawa Tengah, menangkap tangan seorang karyawan Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM) Kabupaten Kudus berinisial T atas kasus dugaan pungutan liar  di PDAM Kudus pada Kamis (11/6/2020) sore sekitar 14.40 WIB. 

T yang menjabat sebagai salah satu Kepala Seksi PDAM Kudus ditangkap dengan dugaan menerima uang terkait penerimaan dan pengangkatan karyawan di lingkungan PDAM Kudus. 

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X