NEWS
Salin Artikel

Direktur PDAM Kudus Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pungli Penerimaan dan Pengangkatan Karyawan

KUDUS, KOMPAS.com - Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menetapkan  Direktur Utama PDAM Kabupaten Kudus  Ayatullah Humaini sebagai tersangka atas kasus dugaan pungutan liar (pungli) penerimaan dan pengangkatan karyawan di lingkungan PDAM Kudus. 

Dari kasus tersebut, Kejati Jateng juga menyeret pemilik Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Mitra Jati Mandiri, Sukma Oni Irwadani sebagai tersangka.

Hingga kini total sudah ada tiga tersangka setelah sebelumnya salah satu Kepala Seksi PDAM Kudus, T terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka.

Saat ini T masih dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kudus.

"Benar Direktur PDAM Kudus berinisial A dan O orang swasta sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Jateng beberapa hari lalu," kata Plt Bupati Kudus, HM Hartopo saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel, Rabu (15/7/2020).

Kepala Kejaksaan Negeri Kudus Rustriningsih juga membenarkan penetapan dua tersangka baru berinisial A dan O tersebut oleh Kejati Jateng.

Meski demikian, ia enggan berkomentar lebih jauh lantaran sudah ditangani Kejati Jateng.

"A dan O ditetapkan Kejati Jateng sebagai tersangka baru atas kasus dugaan penyelewengan dalam penerimaan dan pengangkatan pegawai PDAM Kudus," kata Rustriningsih.

Satgas Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus, Jawa Tengah, menangkap tangan seorang karyawan Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM) Kabupaten Kudus berinisial T atas kasus dugaan pungutan liar  di PDAM Kudus pada Kamis (11/6/2020) sore sekitar 14.40 WIB. 

T yang menjabat sebagai salah satu Kepala Seksi PDAM Kudus ditangkap dengan dugaan menerima uang terkait penerimaan dan pengangkatan karyawan di lingkungan PDAM Kudus. 

Dalam penangkapan di seputaran jalan Samsat Kudus tersebut, petugas mengamankan uang tunai sebesar Rp 65 juta yang disembunyikan di bawah jok motor.

"Kami tetapkan T sebagai tersangka dengan dugaan telah menerima uang penerimaan dan pengangkatan pegawai PDAM Kudus," kata Kajari Kudus, Rustriningsih, saat jumpa pers di Kantor Kejari Kudus, Jumat (12/6/2020). 

Setelah menangkap T, Kejari Kudus menggeledah dan menyegel ruang kerja Direktur PDAM Kudus, Ayatullah Humaini dan ruang operasional PDAM Kudus. Sejumlah dokumen dan beberapa unit komputer disita sebagai barang bukti.

Dalam keterangan tertulis pada  Jumat (12/6/2020),  Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono mengatakan, penangkapan tersebut berawal dari laporan pengaduan yang diterima oleh pihak kejaksaan.

Menurut laporan tersebut, Direktur Utama PDAM Kabupaten Kudus Ayatullah Humaini diduga menarik uang dari para calon karyawan dengan nominal Rp 25 juta hingga Rp 150 juta.

Ia  diduga bekerja sama seorang pihak swasta berinisial O. Mengacu pada laporan itu, modus yang digunakan adalah dengan melibatkan koperasi milik O. 

"Dengan modus calon karyawan diarahkan untuk meminjam uang di koperasi (milik O) untuk bayar uang muka sebesar Rp 10 juta," tutur Hari

"Selebihnya calon karyawan diarahkan dan dibantu pengurusan kredit ke Bank Jateng dan Bank pasar oleh saudara T (yang tertangkap tangan)," sambung Hari.

Setelah dicairkan, uang tersebut langsung diserahkan ke O. Menurut pengakuan T, uang yang ia terima atas perintah O. Kejaksaan pun masih berusaha untuk menangkap O.

Selanjutnya, dirut tersebut juga akan dimintai keterangan oleh kejaksaan.

https://regional.kompas.com/read/2020/07/15/22324821/direktur-pdam-kudus-jadi-tersangka-kasus-dugaan-pungli-penerimaan-dan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penurunan Kemiskinan Jatim 2022 Terbaik Nasional, Khofifah Siap Tancap Gas Lagi

Penurunan Kemiskinan Jatim 2022 Terbaik Nasional, Khofifah Siap Tancap Gas Lagi

Regional
Adu Nyali Menghuni Kota Kendari

Adu Nyali Menghuni Kota Kendari

Regional
Berkat Inovasi, Bupati Jekek Sebut Wonogiri Raih PPD Kabupaten Terbaik III Nasional 2022

Berkat Inovasi, Bupati Jekek Sebut Wonogiri Raih PPD Kabupaten Terbaik III Nasional 2022

Regional
Berhasil Dorong Pertumbuhan Pendidikan Vokasi, Gubernur Riau Terima Penghargaan dari Apvokasi

Berhasil Dorong Pertumbuhan Pendidikan Vokasi, Gubernur Riau Terima Penghargaan dari Apvokasi

Regional
Targetkan Percepatan Pembangunan di Medan, Walkot Bobby Dorong Dinas PMPTSP Jaring Investasi

Targetkan Percepatan Pembangunan di Medan, Walkot Bobby Dorong Dinas PMPTSP Jaring Investasi

Regional
Evaluasi Kinerja Pembangunan Pemkab Sumedang, Bupati Dony: IPM Sumedang Peringkat Ketiga Se-Jabar

Evaluasi Kinerja Pembangunan Pemkab Sumedang, Bupati Dony: IPM Sumedang Peringkat Ketiga Se-Jabar

Regional
Genap 4 Tahun Pimpin Sumedang, Dony-Erwan Paparkan Capaian Kinerja di Berbagai Bidang

Genap 4 Tahun Pimpin Sumedang, Dony-Erwan Paparkan Capaian Kinerja di Berbagai Bidang

Regional
Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Regional
Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Regional
Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Regional
Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Regional
Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.