Kisah Suparman Si "Superman", 145 Kali Donasi Darah hingga Dapat Penghargaan dari SBY

Kompas.com - 15/07/2020, 06:00 WIB
Suparman menunjukkan piagam Satya Lencana atas kiprahnya berdonasi darah yang diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2011 silam. Dok.pribadiSuparman menunjukkan piagam Satya Lencana atas kiprahnya berdonasi darah yang diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2011 silam.

KEDIRI, KOMPAS.com - Siapa yang tak kenal Superman. Tokoh pahlawan fiksi dari DC Comics ini selalu menolong banyak orang dengan kekuatan supernya.

Namun, siapa sangka di dunia nyata ada juga yang mendedikasikan hidupnya untuk menolong banyak orang.

Bukan dengan kekuatan super seperti milik manusia dari planet krypton itu, tetapi dengan berdonasi darah.

Hal itu yang dilakukan Suparman, Selama 35 tahun, warga asal Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, ini rutin mendonasikan darahnya demi menolong orang yang membutuhkan.

Itu artinya selama rentang waktu yang ada, lelaki usia 55 tahun ini sudah berkali-kali merasakan tajamnya jarum suntik.

"Terakhir donasi pada 25 Juni kemarin dan tercatat sebagai donasi ke-145," ujar Suparman melalui sambungan telepon, Selasa (14/7/2020).

Baca juga: 128 ASN dan Pegawai Honorer Pemprov Maluku Positif Covid-19

Kebiasaan berderma darah sudah dilakukannya sejak tahun 1985. Tepatnya selepas menyelesaikan pendidikan di bangku SMA.

Saat awal-awal hendak berdonasi, pria yang akrab dengan sapaan Maman ini sempat ditolak beberapa kali karena berat tubuhnya yang tidak memenuhi syarat pengambilan darah.

Dia pun lantas terpacu meningkatkan bobot tubuhnya dari awalnya 45 kilogram menjadi lebih berat lagi agar bisa berdonasi, hingga kemudian sukses donasi perdana.

Baca juga: Viral, Video Ibu-ibu Unjuk Rasa di Depan SD, Tuntut Sekolah Dibuka Kembali

Pengambilan darah itu dilakukan sekitar tiga bulan sekali di fasilitas kesehatan milik Palang Merah Indonesia di wilayahnya.

Awal pengambilan darah sebanyak 250 cc, lalu belakangan menjadi 350 cc karena ketahanan tubuhnya yang dianggap cukup baik.

Menurut pemilik golongan darah O ini, berdonasi darah menjadi kebiasaan yang tidak bisa ditinggalkan.

Bahkan jika tidak melakukannya atau sekedar telat waktu menderma, dia mengaku merasakan adanya gangguan kesehatan dan juga berdampak pada menurunnya etos kerja.

"Kalau enggak donasi, badan loyo kerja jadi gak semangat," ucapnya.

Bapak dari tiga anak ini senantiasa menjaga vitalitas tubuhnya agar tetap bisa berdonasi sekaligus menjaga kualitas darah.

Itu dilakukannya dengan cara berolahraga rutin selama 30 menit setiap harinya. Pilihan olahraganya berupa bersepeda dengan jarak tempuh sejauh 5 kilometer.

Selain itu juga aktif dalam sebuah kelompok senam yang bernama olahraga hidup baru (Orhiba), yang menurutnya gerakannya cocok baginya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kecelakaan Maut di Bantul, Bocah 14 Tahun Setir Kia Picanto Tabrak 8 Motor, 1 Tewas

Kecelakaan Maut di Bantul, Bocah 14 Tahun Setir Kia Picanto Tabrak 8 Motor, 1 Tewas

Regional
26 Suster dan 29 Karyawan Biara St. Anna Sleman Positif Covid-19

26 Suster dan 29 Karyawan Biara St. Anna Sleman Positif Covid-19

Regional
Selundupkan 66 Kg Sabu Modus Bantuan Covid-19, Bos Alidon Express Divonis 20 Tahun Penjara

Selundupkan 66 Kg Sabu Modus Bantuan Covid-19, Bos Alidon Express Divonis 20 Tahun Penjara

Regional
Dihantam Gelombang Tinggi, Kapal Barang Tenggelam di Perairan Ambalawi, NTB

Dihantam Gelombang Tinggi, Kapal Barang Tenggelam di Perairan Ambalawi, NTB

Regional
Polisi Tetapkan 1 Tersangka Kasus Bentrok 2 Kelompok Tani di Rokan Hulu

Polisi Tetapkan 1 Tersangka Kasus Bentrok 2 Kelompok Tani di Rokan Hulu

Regional
Ganjar Cerita Pengalaman Mengantuk Usai Divaksin, Siswa SD: Soalnya Pak Gubernur Sudah Tua

Ganjar Cerita Pengalaman Mengantuk Usai Divaksin, Siswa SD: Soalnya Pak Gubernur Sudah Tua

Regional
Longsor di KM 6+200, Kendaraan Besar Dilarang Melintas di Tol Surabaya-Gempol

Longsor di KM 6+200, Kendaraan Besar Dilarang Melintas di Tol Surabaya-Gempol

Regional
Wagub Banten Ingatkan Warga, Keterisian Rumah Sakit di Banten Sudah 90 Persen

Wagub Banten Ingatkan Warga, Keterisian Rumah Sakit di Banten Sudah 90 Persen

Regional
Viral Video Sejoli Berpelukan di Tengah Jalan dan Tak Mau Lepas, Polisi: Mereka ODGJ dan Ketakutan...

Viral Video Sejoli Berpelukan di Tengah Jalan dan Tak Mau Lepas, Polisi: Mereka ODGJ dan Ketakutan...

Regional
Satgas Covid-19 Riau Sebut Ada Nakes Ragu Divaksin gara-gara Termakan Hoaks

Satgas Covid-19 Riau Sebut Ada Nakes Ragu Divaksin gara-gara Termakan Hoaks

Regional
Satu Lagi Pekerja yang Terjebak di Lubang Galian Tambang di Kalsel Ditemukan Meninggal

Satu Lagi Pekerja yang Terjebak di Lubang Galian Tambang di Kalsel Ditemukan Meninggal

Regional
Hukuman Jerinx Dipangkas, Jaksa Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Siap Kembali Melawan

Hukuman Jerinx Dipangkas, Jaksa Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Siap Kembali Melawan

Regional
Duga Anak Terjebak Saat Rumah Terbakar, Seorang Ayah Nekat Terobos Api, Ternyata Anaknya Pergi Mengaji

Duga Anak Terjebak Saat Rumah Terbakar, Seorang Ayah Nekat Terobos Api, Ternyata Anaknya Pergi Mengaji

Regional
IDI Malang Raya: Sampai Sekarang, Tidak Ada Tenaga Medis yang Menolak Vaksin di Malang

IDI Malang Raya: Sampai Sekarang, Tidak Ada Tenaga Medis yang Menolak Vaksin di Malang

Regional
Polisi Amankan Pedagang di Blora Diduga Salah Gunakan Pupuk Subsidi, Ancamannya 2 Tahun Penjara

Polisi Amankan Pedagang di Blora Diduga Salah Gunakan Pupuk Subsidi, Ancamannya 2 Tahun Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X