Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

Kompas.com - 13/07/2020, 23:21 WIB
Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan dam Dandim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Inf Donny Ismuali Bainuri tengah memperlihatkan barang bukti dan dua pelaku curas yang mengaku TNI saat  melakukan aksinya. Keduanya diperlihatkan saat polisi menggelar Konferensi pers di Mapolresta Bandung, Senin (13/7/2020) Dok. Polrestabes BandungKapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan dam Dandim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Inf Donny Ismuali Bainuri tengah memperlihatkan barang bukti dan dua pelaku curas yang mengaku TNI saat melakukan aksinya. Keduanya diperlihatkan saat polisi menggelar Konferensi pers di Mapolresta Bandung, Senin (13/7/2020)

BANDUNG, KOMPAS.com - Polisi berhasil mengungkap dua TNI gadungan yang ratusan kali melakukan perampokan di wilayah Bandung Raya, Jawa Barat.

Kedua pelaku yakni YS (42) dan SY (44).

Adapun keduanya adalah buruh harian lepas yang merupakan warga Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Baca juga: Video Viral Rumah Bisa Bergerak dan Berpindah Tempat, Ini Faktanya

Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan mengatakan, dua TNI gadungan ini beraksi sejak 2018 hingga sekarang.

"Hasil pendataan ada 136 TKP, namun yang muncul laporan polisinya baru 12," kata Hendra saat konferensi pers di Mapolresta Bandung, Senin (13/7/2020).

Berbekal pistol mainan, YS dan SY melakukan perampokan di sekitar wilayah Bandung Raya seperti Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi.

"Mereka beroperasi menggunakan seragam TNI. Modusnya mengincar korban seperti penumpang, atau pengakut barang-barang niaga pada saat malam hari, dengan harapan korban membawa hasil penjualan," kata Hendra.

Baca juga: Tidak Pakai Masker di Jabar Bisa Kena Denda hingga Sanksi Kurungan

Saat melakukan aksinya, kedua pelaku ini menggunakan seragam TNI, helm full face dan jaket, sehingga dapat mengelabui korban.

TNI gadungan ini berboncengan dalam satu kendaraan, lalu memberhentikan kendaraan korban.

Keduanya berpura-pura telah tersenggol oleh kendaraan korban.

Kemudian keduanya mendatangi korban dan mengancam dengan menodongkan pistol mainan sambil memukul korban.

Tak hanya itu, keduanya mengambil uang korban secara paksa.

"Pengakuan mereka, minimal dapat Rp 2 juta dan maksimal Rp 40 juta," kata Hendra.

Baca juga: Kasus Dugaan Prostitusi, Artis H Disebut Terima Puluhan Juta Rupiah

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tinggal di Kandang Ayam dengan Dinding Terpal, Indriana: Saat Hujan Bocor, kalau Malam Anginnya Kencang

Tinggal di Kandang Ayam dengan Dinding Terpal, Indriana: Saat Hujan Bocor, kalau Malam Anginnya Kencang

Regional
Calon Mempelai Pria Bunuh Diri, Firasat Buruk hingga Dihujat di Medsos

Calon Mempelai Pria Bunuh Diri, Firasat Buruk hingga Dihujat di Medsos

Regional
Terbakar Cemburu, Seorang Pria di Makassar Rusak Hotel dan Aniaya Seorang Pegawai

Terbakar Cemburu, Seorang Pria di Makassar Rusak Hotel dan Aniaya Seorang Pegawai

Regional
Angka Kesembuhan Covid-19 di Denpasar Capai 90 Persen, Kasus Baru Masih Terjadi

Angka Kesembuhan Covid-19 di Denpasar Capai 90 Persen, Kasus Baru Masih Terjadi

Regional
Diejek karena Tinggal di Bekas Kandang Ayam, Ini Ungkapan Haru Siswi SMK Asal Magetan

Diejek karena Tinggal di Bekas Kandang Ayam, Ini Ungkapan Haru Siswi SMK Asal Magetan

Regional
Penangkapan Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik sampai Harus Libatkan 2 Polda dan 2 Polres

Penangkapan Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik sampai Harus Libatkan 2 Polda dan 2 Polres

Regional
Penjelasan Partai Nasdem soal Dugaan Mahar Politik di Pilkada Kabupaten Semarang 2020

Penjelasan Partai Nasdem soal Dugaan Mahar Politik di Pilkada Kabupaten Semarang 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 7 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 7 Agustus 2020

Regional
Wali Kota Serang Izinkan Masyarakat Gelar Lomba 17 Agustus

Wali Kota Serang Izinkan Masyarakat Gelar Lomba 17 Agustus

Regional
Terpuruk Hadapi Resesi, Para Petani Pun Merugi

Terpuruk Hadapi Resesi, Para Petani Pun Merugi

Regional
Balas Dendam, Pria di Makassar Aniaya Rekannya dengan Busur Panah

Balas Dendam, Pria di Makassar Aniaya Rekannya dengan Busur Panah

Regional
Jebol Dinding Sel Tahanan, 8 Orang Kabur dari Polsek Medan Area

Jebol Dinding Sel Tahanan, 8 Orang Kabur dari Polsek Medan Area

Regional
Sungai Citarum Menghitam dan Bau, Satgas Temukan Pencemaran dari Limbah Rumah Tangga

Sungai Citarum Menghitam dan Bau, Satgas Temukan Pencemaran dari Limbah Rumah Tangga

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 7 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 7 Agustus 2020

Regional
Jelang Pilkada Tasikmalaya, Puluhan Ribu Pemilih Meninggal Masih Terdaftar di DPT

Jelang Pilkada Tasikmalaya, Puluhan Ribu Pemilih Meninggal Masih Terdaftar di DPT

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X