Sekolah Tatap Muka di Sukabumi Belum Bisa Dilaksanakan 13 Juli 2020

Kompas.com - 10/07/2020, 22:26 WIB
Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi KOMPAS.COM/BUDIYANTOWali Kota Sukabumi Achmad Fahmi

SUKABUMI, KOMPAS.com - Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, kegiatan belajar mengajar pada seluruh jenjang pendidikan tahun ajaran 2020-2021 disepakati mulai 13 Juli 2020.

Namun penyelenggaraan belajar mengajar (KBM) di sekolah atau kegiatan tatap muka belum dapat dilaksanakan.

Kesepakatan itu salah satu hasil pertemuan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat kunjungan kerja di Kota Sukabumi, Rabu (8/7/2020).

Baca juga: KSAD Berencana Menggelar Konferensi Pers di Secapa AD Bandung

''Setelah Pak Wakil Presiden dan Pak Mendikbud, serta Pak Gubernur datang ke Kota Sukabumi, ada beberapa kesepakatan yang kita buat," kata Fahmi dalam rekaman audio yang diterima Kompas.com, Jumat (10/8/2020).

Menurut Fahmi, masih ada indikator yang harus disinkronkan antara daerah, provinsi, dan kementerian.

Dengan demikian, saat ini masih dilakukan sinkronisasi indikator terlaksananya sekolah secara tatap muka.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedua, saat ini masih dipertimbangkan beberapa alternatif pembelajaran tatap muka.

Misalnya apakah para siswa cukup pakai masker dan face shield atau perlu memakai seperti tirai.

Menurut Fahmi, Mendikbud menyampaikan akan melaksanakan konsultasi terlebih dahulu.

Baca juga: Dikunjungi Wapres dan Dipuji Menteri, Ini Kata Kepala SMAN 4 Sukabumi

Dengan demikian, disepakati bahwa sekolah tatap muka belum bisa dilaksanakan pada 13 Juli 2020.

''Pembelajaran dilaksanakan masih melalui belajar dari rumah, termasuk dalam proses masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) bagi siswa baru,'' kata Fahmi.

Menurut Fahmi, penyelenggaraan sekolah tatap muka di Kota Sukabumi masih menunggu arahan selanjutnya dari Kemendikbud dan Pemprov Jawa Barat.

Hal ini khususnya terkait indikator yang masih harus disamakan antara daerah, provinsi dan pusat.

''Tetapi Pak Menteri berkeinginan kuat, Kota Sukabumi ingin dijadikan pilot project untuk pelaksanaan belajar tatap muka. Makanya semua sekolah kami dorong untuk mempersiapkan secara maksimal proses pembelajaran tatap muka,'' kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X