KTP-nya Dicatut Bapaslon Independen Pilkada Gunungkidul, Warga Lapor ke Bawaslu

Kompas.com - 10/07/2020, 18:33 WIB
Warga Kalurahan Ngunut, Kapanewon Playen, Gunungkidul, Mendatangi Kantor Bawaslu Gunungkidul Jumat (10/7/2020) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOWarga Kalurahan Ngunut, Kapanewon Playen, Gunungkidul, Mendatangi Kantor Bawaslu Gunungkidul Jumat (10/7/2020)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Belasan warga Kalurahan Ngunut, Kapanewon Playen, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendatangi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait kartu tanda penduduk (KTP) mereka yang digunakan untuk mendukung salah satu calon Independen.

Padahal masyarakat tidak merasa mendukung calon independen dalam Pilkada Gunungkidul. 

Ahmad Fatoni, salah salah warga Kalurahan Ngunut, mengatakan awalnya kasus pencatutan KTP untuk dukungan calon independen diketahui saat petugas dari KPU Gunungkidul mendatangi rumah warga untuk proses verifikasi aktual.

Baca juga: Catut Nama Kapolres, Pria Ini Tipu Warga Rp 15 Juta

Akhirnya warga mendatangi kantor Kalurahan untuk klarifikasi mengenai pencatutan identitas tersebut.

Ternyata ada salah satu pamong desa mengakui memberikan data.

Menurut dia, terdapat ribuan identitas warga setempat yang tercatut sebagai pendukung pasangan calon bupati independen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pencurian identitas itu. Informasi yang kami terima bahkan dijual. Ada sekitar 1.500 data warga," ucap Toni saat ditemui wartawan di Kantor Bawaslu Gunungkidul Jumat (10/7/2020).

Merasa dirugikan dengan kejadian tersebut, warga kemudian mendatangi Polres Gunungkidul untuk melaporkan. Warga selanjutnya diarahkan melakukan pelaporan ke Bawaslu.

Baca juga: Warga Gunungkidul Bingung Namanya Dicatut Pendukung Calon Independen

Sejumlah orang yang merasa dicatut identitasnya ini juga menuntut oknum pamong desa itu diberhentikan lantaran telah menyalahgunakan arsip warga yang ada di kantor kalurahan.

Ketua Bawaslu Gunungkidul Tri Asmiyanto mengatakan, pelaporan atas warga Kalurahan Ngunut ini masih akan dilakukan pendalaman.

 

Saksi dan barang bukti menjadi hal yang dibutuhkan atas temuan kasus tersebut.

Nantinya jika syarat formal dan material memenuhi, maka akan dilakukan kajian lanjutan.

Saat ini, Bawaslu Gunungkidul belum mengetahui secara pasti apakah ada pelanggaran pidana, pelanggaran pemilu atau hal lainnya.

"Setelah laporan ini diregister, sekitar lima hari  kalau nantinya memang ada unsur-unsur yang mengarah pada pelanggaran. Pada prinsipnya laporan akan ditindaklanjuti sebagaimana aturan yang ada," kata Tri.

Baca juga: Alasan Bawaslu Jember Belum Periksa 26 Penyelenggara yang Diduga Dukung Paslon Independen

Sebelumnya, Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani mengatakan ada dua pasangan yang berniat maju secara independen, yakni Anton Supriyadi-Suparno dan Kelik Agung Nugroho-Yayuk Kristiawati.

Total keduanya bapaslon yang jumlahnya lebih dari 90.000 dukungan.

Panitia Pemilihan Sementara (PPS) mendatangi satu persatu alamat pendukung melalui verifikasi faktual. 

Hal itu untuk memastikan apakah warga memberikan dukungan atau tidak.

"Kalau tidak mendukung harus buat surat pernyataan baru bisa dinyatakan dukungan tidak memenuhi syarat. Tapi, jika tidak mau membuat surat pernyataan, maka tetap dinyatakan memenuhi syarat," ucap Hani. 

Dari tiga kabupaten yang akan melaksanakan pilkada di DIY, hanya Gunungkidul ada bapaslon independen.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X