Guru SLB Cabuli Siswi Penyandang Tuna Grahita hingga Hamil 7 Bulan

Kompas.com - 09/07/2020, 18:14 WIB
Ilustrasi Pencabulan KOMPAS.COM/HANDOUTIlustrasi Pencabulan

BLORA, KOMPAS.com - TI, oknum guru Sekolah Luar Biasa ( SLB) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah tega mencabuli anak didiknya seorang penyandang disabilitas tuna grahita

Akibat perbuatan bejat TI, kini gadis berusia 20 tahun tersebut hamil 7 bulan.

Kepala SLB Negeri Blora, Sutoto, menyampaikan, TI yang berstatus guru honorer itu diberhentikan pada 6 Juli 2020 setelah orangtua korban melapor ke sekolah.

"Iya benar, yang bersangkutan sudah saya coret namanya," kata Sutoto saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel, Kamis (9/7/2020).

Baca juga: Bejat, Ayah Cabuli Anak Kandung Usia 8 Tahun dan Anak Tiri Umur 12 Tahun

Menurut Sutoto, TI sebelumnya sudah aktif mengajar selama 6 tahun hingga akhirnya perbuatan cabulnya terbongkar lantaran perut korban semakin terlihat membesar.

Oknum guru tersebut sebenarnya sudah menikah namun belum dikaruniai anak. Sementara istri dari oknum guru itu adalah penyadang disabilitas tuna rungu.

"Orangtuanya mengadu ke saya dan setelah dikonfirmasi benar adanya. Kasus ini sudah ditindaklanjuti Pemkab Blora dan tidak dilaporkan ke kepolisian," kata Sutoto.

Baca juga: Dukun Cabul Diamankan Polisi, Modusnya Memandikan Korban

Sementara itu, Kapolsek Jepon, Iptu Supriyono membenarkan kasus pencabulan yang dilakukan oleh TI hingga seorang siswinya hamil. 

Meski belum ada laporan masuk ke Polsek Jepon, anggotanya sudah memastikan dengan mengonfirmasi ke pihak desa.

"Diselesaikan secara kekeluargaan. Informasinya sudah dinikah siri dan jika sudah lahir akan dinikah secara resmi," terang Supriyono.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasutri Temukan Sapinya Mati Tak Wajar, Diduga Dimangsa Kawanan Harimau

Pasutri Temukan Sapinya Mati Tak Wajar, Diduga Dimangsa Kawanan Harimau

Regional
Botol yang Dikocok Meledak, Dua Bocah SD Terluka, Satu Jari Putus

Botol yang Dikocok Meledak, Dua Bocah SD Terluka, Satu Jari Putus

Regional
Terima 3 Laporan, Polisi Mulai Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual Fetish Kain Jarik

Terima 3 Laporan, Polisi Mulai Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual Fetish Kain Jarik

Regional
Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 dapat Asuransi dan Uang Transport Rp 200.000

Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 dapat Asuransi dan Uang Transport Rp 200.000

Regional
PNS Penolak Pemakaman Jenazah Covid-19 di Banyumas Divonis 3,5 Bulan Penjara

PNS Penolak Pemakaman Jenazah Covid-19 di Banyumas Divonis 3,5 Bulan Penjara

Regional
Adik Mentan Ikut Pilkada Makassar 2020, Klaim Diusung 3 Partai

Adik Mentan Ikut Pilkada Makassar 2020, Klaim Diusung 3 Partai

Regional
Speedboat Tabrak Tongkang di Musi Banyuasin, Ibu Hamil 9 Bulan Tewas, Suaminya Masih Hilang

Speedboat Tabrak Tongkang di Musi Banyuasin, Ibu Hamil 9 Bulan Tewas, Suaminya Masih Hilang

Regional
BBPJN Mulai Bongkar Material Pembangunan Jembatan Bailey di Masamba

BBPJN Mulai Bongkar Material Pembangunan Jembatan Bailey di Masamba

Regional
Banyumas Terapkan Sekolah Tatap Muka, Begini Skenarionya

Banyumas Terapkan Sekolah Tatap Muka, Begini Skenarionya

Regional
Derita Meliasari, Lumpuh Layu dan Ditinggal Orangtua Sejak Bayi

Derita Meliasari, Lumpuh Layu dan Ditinggal Orangtua Sejak Bayi

Regional
Upayakan Mediasi Terkait Kasus 'Kacung WHO', Jerinx: Semua Bisa Diomongin

Upayakan Mediasi Terkait Kasus "Kacung WHO", Jerinx: Semua Bisa Diomongin

Regional
Surat Rekomendasi Sudah Ditandatangani, PSI Resmi Dukung Paslon Gibran-Teguh

Surat Rekomendasi Sudah Ditandatangani, PSI Resmi Dukung Paslon Gibran-Teguh

Regional
Bocah SD Tewas dengan Miras di Sampingnya, KPAI Salahkan Orangtua

Bocah SD Tewas dengan Miras di Sampingnya, KPAI Salahkan Orangtua

Regional
Uji Klinis Vaksin Covid-19 Dimulai 11 Agustus 2020, Relawan yang Disuntik Boleh Bepergian

Uji Klinis Vaksin Covid-19 Dimulai 11 Agustus 2020, Relawan yang Disuntik Boleh Bepergian

Regional
Iring-iringan Mobil Polisi Alami Kecelakaan Beruntun, Ini Penyebabnya

Iring-iringan Mobil Polisi Alami Kecelakaan Beruntun, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X