Sebanyak 85 Persen Rumah Sakit di Jateng Ajukan Insentif Nakes Corona

Kompas.com - 03/07/2020, 06:19 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo melalui video siaran pers. KOMPAS.com/dinkes jatengKepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo melalui video siaran pers.

SEMARANG, KOMPAS.com - Sejumlah rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Jawa Tengah telah mengajukan pencairan insentif bagi tenaga medis kepada pemerintah.

Dari total 58 rumah sakit rujukan penanganan Covid-19, saat ini sudah ada sebanyak 85 persen yang mengajukan pencairan insentif dan sudah diverifikasi oleh pemerintah daerah.

"Sampai sejauh ini faskes (rumah sakit) yang mengajukan ada sebanyak 85 persen. Sudah diverifikasi oleh dinas kesehatan baik kabupaten/kota dan provinsi," jelas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo dalam siaran pers kepada wartawan, Kamis (2/7/2020).

Baca juga: IDI Jatim Minta Insentif untuk Tenaga Medis Segera Dicairkan
Selanjutnya, kata dia, setelah tahapan pengajuan itu diverifikasi, lantas pihaknya meneruskan kepada pemerintah pusat.

"Jadi kami dari Dinkes baik provinsi atau kabupaten/kota tugasnya hanya verifikasi usulan dari faskes-faskes (rumah sakit). Kita verifikasi lalu kita kirim ke pusat," katanya.

Kemudian, lanjut dia pencairan insentif akan disalurkan kepada tenaga medis oleh Kemenkes melalui rekening pribadi masing-masing.

Kendati demikian, dia belum bisa memastikan jumlah total tenaga medis dan besaran insentif yang akan diberikan karena kewenangan dari Kemenkes.

"Jumlah insentif ini adalah kewenangan dari Kemenkes, termasuk yang membayar itu dari Kemenkes langsung di kirim ke rekening pribadi nakes," ungkapnya.

Baca juga: PPNI Jateng: Besaran Insentif Tenaga Medis Covid-19 Tak Sesuai yang Diharapkan

Namun, diakuinya prosedur pencairan insentif tenaga medis ini memang terkesan rigid karena harus memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan oleh Kemenkes.

"Memang diperlukan dokumen yang mendukung di dalam klaim insentif ini.

Itu diatur oleh peraturan Menteri Kesehatan. Tapi sudah ada perubahan mudah-mudahan bisa lebih cepat," tandasnya.

Selain itu, pihaknya juga berharap agar pencairan insentif tenaga medis itu diberikan sesuai dengan besaran yang ditentukan.

" Insentif ini kan penghargaan dari pemerintah kepada nakes yang sudah berjuang menangani Covid-19. Tentunya ini pemberiannya harus adil berdasarkan fakta dan data yang ada," jelasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Enam Warga Tegal Jadi Korban Tewas di Tol Cipali

Enam Warga Tegal Jadi Korban Tewas di Tol Cipali

Regional
Rumah Warga Rusak akibat Guncangan Ledakan di Pabrik Bioethanol Mojokerto

Rumah Warga Rusak akibat Guncangan Ledakan di Pabrik Bioethanol Mojokerto

Regional
Diancam Pistol dan Hendak Diperkosa Anaknya, Ibu Ini Kabur ke Kantor Polisi dan Sempat Ditembaki

Diancam Pistol dan Hendak Diperkosa Anaknya, Ibu Ini Kabur ke Kantor Polisi dan Sempat Ditembaki

Regional
Ratusan Pekerja Seni Demo di Depan DPRD Gresik, Tuntut Diizinkan Beraktivitas

Ratusan Pekerja Seni Demo di Depan DPRD Gresik, Tuntut Diizinkan Beraktivitas

Regional
PAN Usung Kader PDI-P dalam Pilkada Sleman

PAN Usung Kader PDI-P dalam Pilkada Sleman

Regional
Mobil Pecah Ban Masuk Parit di Tol Ngawi–Solo, 2 Penumpang Tewas

Mobil Pecah Ban Masuk Parit di Tol Ngawi–Solo, 2 Penumpang Tewas

Regional
Alasan Kesehatan, PDI-P Wonogiri Usul Ganti Cawabup untuk Pilkada 2020

Alasan Kesehatan, PDI-P Wonogiri Usul Ganti Cawabup untuk Pilkada 2020

Regional
Nama Gus Ipul Muncul di Bursa Calon Wali Kota Pasuruan, PKB: Dari Arus Bawah

Nama Gus Ipul Muncul di Bursa Calon Wali Kota Pasuruan, PKB: Dari Arus Bawah

Regional
Pria Ini Tikam Kekasih hingga Tewas, Diduga karena Cemburu

Pria Ini Tikam Kekasih hingga Tewas, Diduga karena Cemburu

Regional
48 ASN Positif Covid-19, Pemkot Mataram Antisipasi Penularan Klaster Perkantoran

48 ASN Positif Covid-19, Pemkot Mataram Antisipasi Penularan Klaster Perkantoran

Regional
Dilaporkan karena Cabuli Anak Tiri, Pria Ini Kabur dan Sembunyi di Kebun

Dilaporkan karena Cabuli Anak Tiri, Pria Ini Kabur dan Sembunyi di Kebun

Regional
Kewalahan Atasi Kebakaran Pasar di Cianjur, Petugas Damkar Dilarikan ke Puskesmas

Kewalahan Atasi Kebakaran Pasar di Cianjur, Petugas Damkar Dilarikan ke Puskesmas

Regional
Wali Kota Meninggal, Perkantoran di Banjarbaru Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Wali Kota Meninggal, Perkantoran di Banjarbaru Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Regional
22 Rumah di Kampung Adat Sumba Barat Hangus Terbakar

22 Rumah di Kampung Adat Sumba Barat Hangus Terbakar

Regional
Seorang Pasien Covid-19 di Kulon Progo Meninggal, Punya Penyakit Asma

Seorang Pasien Covid-19 di Kulon Progo Meninggal, Punya Penyakit Asma

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X