Tambah 2 Pasien, Total Positif Corona di Gunungkidul Jadi 54 Orang

Kompas.com - 02/07/2020, 18:47 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty (Baju coklat) di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari Senin (8/6/2020) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOKepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty (Baju coklat) di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari Senin (8/6/2020)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kasus positif corona di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, kembali bertambah dua orang, Kamis (2/7/2020).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan, satu kasus penambahan ini tertular dari pasien sebelumnya yang melakukan perjalanan dari Surabaya.

"Pertama adalah perempuan 36 tahun alamat Wonosari. Kedua laki-laki 59 tahun, beralamat di Panggang," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty melalui pesan singkat kepada wartawan.

Baca juga: Uji Coba Wisata New Normal di Gunungkidul Diperpanjang, Bus Pembawa Rombongan Boleh Masuk

Dia menjelaskan, pasien asal Wonosari tersebut berkaitan dengan kasus sebelumnya seorang laki-laki (41) memiliki riwayat perjalanan dari Jawa Timur, dinyatakan positif pada 27 Juni lalu, dan berstatus keluarga.

"Sedangkan untuk kasus dari Panggang baru akan ditelusuri penularannya. Sebab hasil swab baru diketahui hari ini," ucap Dewi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara akumulatif sudah ada 54 kasus positif Covid-19 di Gunungkidul.

Rinciannya, 6 pasien masih dirawat, 47 dinyatakan sembuh, 1 meninggal dunia.

Selain itu terdapat 848 spesimen swab yang diambi hasil negatif mencapai 768 spesimen, dan 26 spesimen masih dalam proses.

Baca juga: Pantai Selatan Gunungkidul Dipenuhi Ubur-ubur, Puluhan Wisatawan Tersengat

Sebelumnya, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Sumitro mengungkapkan sampai saat ini Gunungkidul tergolong Zona Orange. Ada tiga kapanewon yang berada di Zona Orange yaitu Wonosari, Karangmojo, dan Playen.

Zona Hijau berada di Gedangsari, Tepus, Rongkop, dan Girisubo lantaran tidak ada kasus. Sementara 11 kapanewon lainnya tergolong Zona Kuning.

"Kita kan ada 14 indikator dari Gugus tugas, nanti akan diupdate (terkait zona di Kapanewon) setelah 2 minggu," ucap Sumitro.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X