Tambang Ilegal Masih Ditemukan, Kapolresta Jayapura Copot Kasat Reskrim

Kompas.com - 30/06/2020, 20:25 WIB
Kapolreta Jayapura Kota AKBP Gustav Urbinas bersama para talent yang terlibat dalam video clip -sa pu cinta dilockdown Dok Humas Polreta Jayapura KotaKapolreta Jayapura Kota AKBP Gustav Urbinas bersama para talent yang terlibat dalam video clip -sa pu cinta dilockdown

JAYAPURA, KOMPAS.com - Penemuan aktivitas penambangan ilegal di kawasan Buper Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, pada 26 Juni 2020, berujung pada pencopotan Kasat Reskrim Polresta Jayapura, AKP YF.

Kapolresta Jayapura AKBP Gustav Urbinas mengatakan, pencopotan itu dilakukan karena AKP YF dinilai tak bekerja maksimal menangani penambangan ilegal di wilayah tersebut.

Baca juga: Temukan Lokasi Penambangan Ilegal, Polresta Jayapura Amankan 17 Orang

Padahal, perintah penanganan tambang ilegal itu telah dikeluarkan sejak April 2020.

"Untuk itu saya menganggap bahwa perintah dan petunjuk untuk melaksanakan penegakan hukum atau menghentikan kegiatan penambangan tidak diindahkan dan dilaksanakan secara baik oleh jajaran Satuan Reskrim," kata Gustav di Jayapura, Selasa (30/6/2020).

Menurutnya, pencopotan dilakukan agar pengusutan kasus penambangan ilegal itu berjalan sesuai proses hukum.

"Demi untuk proses hukum atas kegiatan ini dan menjaga netralitas, maka saya mengambil langkah untuk menonaktifkan pejabat Kasat Reskrim," sambung Gustav.

AKP YF kini diperiksa Seksi Propam Polresta Jayapura karena diduga melakukan perbuatan yang menurunkan citra polisi.

Tapi, Gustav belum memastikan keterlibatan AKP YF dalam aksi penambangan ilegal itu. Sebab, pemeriksaan belum selesai.

Baca juga: Kota Jayapura Jadi Daerah dengan Rasio Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua

"Saya belum terima laporan tentang hal itu," kata dia.

Sementara itu, Gustav memastikan 17 orang yang ditangkap terkait kasus penambangan ilegal itu telah dipulangkan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir di Cirebon, Ratusan Rumah Terendam Air hingga 1 Meter

Banjir di Cirebon, Ratusan Rumah Terendam Air hingga 1 Meter

Regional
Beredar Pesan Kasdim 0817 Gresik Meninggal Pasca Vaksinasi Corona, Wabup Pastikan Hoaks

Beredar Pesan Kasdim 0817 Gresik Meninggal Pasca Vaksinasi Corona, Wabup Pastikan Hoaks

Regional
Ini Alasan Syaiful Bahri Gunakan Tanda Tangan ala Konoha di KTP-nya

Ini Alasan Syaiful Bahri Gunakan Tanda Tangan ala Konoha di KTP-nya

Regional
Muara Sungai Progo yang Selalu Penuh Sampah pada Musim Hujan

Muara Sungai Progo yang Selalu Penuh Sampah pada Musim Hujan

Regional
Ajak Turis Asing Ramai-ramai ke Bali hingga Viral, Kristen Gray Dicari Petugas

Ajak Turis Asing Ramai-ramai ke Bali hingga Viral, Kristen Gray Dicari Petugas

Regional
796 TKA di Bintan Telah Kembali ke China

796 TKA di Bintan Telah Kembali ke China

Regional
Viral Foto Tanda Tangan di KTP ala Lambang Konoha, Begini Ceritanya

Viral Foto Tanda Tangan di KTP ala Lambang Konoha, Begini Ceritanya

Regional
Remaja 17 Tahun Pengeroyok Petugas SPBU di Makassar Ditangkap

Remaja 17 Tahun Pengeroyok Petugas SPBU di Makassar Ditangkap

Regional
Sempat Tutup akibat Pegawai Positif Covid-19, Puskesmas Kerjo Karanganyar Dibuka Lagi

Sempat Tutup akibat Pegawai Positif Covid-19, Puskesmas Kerjo Karanganyar Dibuka Lagi

Regional
Cerita Penghuni Rutan Melawan Covid-19, dari Vitamin hingga Aerobik

Cerita Penghuni Rutan Melawan Covid-19, dari Vitamin hingga Aerobik

Regional
Nomor WhatsApp Bupati Kebumen Diretas, Ahli Digital Forensik Beberkan 3 Modus Pelaku

Nomor WhatsApp Bupati Kebumen Diretas, Ahli Digital Forensik Beberkan 3 Modus Pelaku

Regional
Hujan Semalaman, 21 Rumah di Banyuasin Sumsel Terendam Banjir

Hujan Semalaman, 21 Rumah di Banyuasin Sumsel Terendam Banjir

Regional
Sedang Ambil Wudu di Sungai, Warga Pasaman Barat Hilang Diduga Diterkam Buaya

Sedang Ambil Wudu di Sungai, Warga Pasaman Barat Hilang Diduga Diterkam Buaya

Regional
Tenaga Kesehatan yang Meninggal akibat Corona di Kabupaten Bogor Bertambah

Tenaga Kesehatan yang Meninggal akibat Corona di Kabupaten Bogor Bertambah

Regional
Donasi untuk Korban Longsor Sumedang Terkumpul Rp 2,2 Miliar

Donasi untuk Korban Longsor Sumedang Terkumpul Rp 2,2 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X