Temukan Lokasi Penambangan Ilegal, Polresta Jayapura Amankan 17 Orang

Kompas.com - 26/06/2020, 21:45 WIB
Aparat mengamankan salah satu alat berat di lokasi penambangan ilegal yang ada di kawasan Buper Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Jumat (26/6/2020) KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDIAparat mengamankan salah satu alat berat di lokasi penambangan ilegal yang ada di kawasan Buper Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Jumat (26/6/2020)

JAYAPURA, KOMPAS.com - Aparat Polreta Jayapura menemukan aktivitas penambangan ilegal di kawasan bumi perkemahan (buper) Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua.

Kapolresta Jayapura, AKBP Gustav Urbinas mengatakan, dalam beberapa hari terakhir ia mendapat informasi mengenai adanya aktivitas penambangan yang dilakukan menggunakan alat berat.

Dari informasi tersebut, kemudian aparat bersama tim dari Pemkot Jayapura turun ke lokasi dan menemukan aktivitas penambangan.

"Kami mendapat informasi adanya penambangan liar di sekitar Buper, Distrik Heram. Jadi pada 10.30 sampai 12.30 kami di lapangan dan kami mengamankan 17 orang termasuk salah satunya pemilik lahan," kata Gustav, di Jayapura, Jumat (26/6/2020).

Baca juga: Kota Jayapura Jadi Daerah dengan Rasio Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua

Menurut dia, jumlah pekerja di lokasi tersebut bisa mencapai 70 orang, namun aparat hanya mengamankan orang-orang yang dianggap memiliki peran sebagai kordinator.

Hal itu juga dilakukan untuk meminimalisir risiko penularan virus corona karena adanya penumpukan warga.

"Karena ini masa pandemi maka kami tidak ingin mengamankan orang dalam jumlah yang terlalu banyak," kata dia.

Beberapa bulan sebelumnya, aparat sempat turun ke lokasi yang sama karena adanya informasi penambangan liar.

Baca juga: Tes Massal di 4 Pasar Tradisional Jayapura, Sementara 430 Orang Positif Covid-19

Namun, saat itu, para penambang masih menggunakan alat-alat tradisional dan berhasil melarikan diri.

"Barang bukti yang bisa kami amankan dua alkon, enam eskavator, juga ada air raksa bekas pakai, 11 jeriken solar ukuran 35 liter," tutur Gustav.

Pasal yang akan disangkakan kepada 17 orang tersebut ada tiga, yang pertama UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas UU Nomor Tahun 2009 tentang pertambangan dan minerba, kemudian UU Nomor 32 Tahun 1999 tentang pengelolaan lingkungan hidup dan UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan kerusakan hutan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Regional
4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

Regional
Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Regional
Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Regional
HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X