Kompas.com - 22/06/2020, 06:50 WIB
KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin (kanan), sosok ditunjuk menggantikan KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah) sebagai pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang. (Foto: Tebuireng Online) KOMPAS.COM/TEBUIRENG ONLINEKH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin (kanan), sosok ditunjuk menggantikan KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah) sebagai pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang. (Foto: Tebuireng Online)

JOMBANG, KOMPAS.com - Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, meminta pemerintah mempertimbangkan aspek budaya dan kearifan lokal dalam memroses pemakaman pasien corona.

Menurut Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, jika kondisinya memungkinkan, keluarga dan masyarakat sekitar tempat tinggal pasien dapat diberikan kesempatan untuk melepaskan keberangkatan jenazah ke tempat pemakaman.

Dalam prosesi pemakaman, lanjut dia, keluarga pasien maupun masyarakat diminta mematuhi protokol kesehatan, serta proses pemakaman dilaksanakan dalam tempo yang sewajarnya.

"Ada yang mengusulkan, jenazah tetap di dalam ambulans, tanpa harus diturunkan saat dishalati dan prosesi pemberangkatan jenazah. Wacana seperti itu perlu dikaji oleh gugus tugas dan pihak terkait,” kata Gus Kikin, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (21/6/2020) petang.

Baca juga: Pesantren Tebuireng Keluarkan Maklumat Terkait Corona, Ini Isinya

Gus Kikin menuturkan, adanya kesempatan bagi keluarga dan masyarakat sekitar tempat tinggal pasien untuk melepaskan keberangkatan jenazah ke tempat pemakaman diharapkan dapat menghapus stigma negatif kepada pasien.

Selain itu, adanya keluarga pasien dan masyarakat sekitar yang diberi kesempatan untuk mengantarkan pasien ke pemakaman, bisa menjadi proses edukasi di masyarakat bahwa Covid-19 bukanlah aib.

"Langkah ini diharapkan bisa jadi jalan tengah, daripada terjadi benturan antara keluarga dan petugas kesehatan, seperti kasus yang marak belakangan," ujar Gus Kikin.

Gus Kikin menyatakan, proses pemulasaraan jenazah corona perlu dipastikan sudah memenuhi pedoman pemulasaraan jenazah sesuai dengan agama yang dianut masing-masing pasien.

Kepastian bahwa proses pemulasaraan dan pemakaman jenazah sudah sesuai agama si pasien corona, bisa menghindarkan keraguan-raguan keluarga pasien serta masyarakat.

“Kita tidak berbicara dalam konteks pemulasaraan jenazah yang Muslim saja. Tapi, secara keseluruhan, apapun agamanya. Mengingat proses pemulasaraan jenazah ini cukup sensitif dalam perspektif budaya sebagian masyarakat kita,” ujar Gus Kikin.

Baca juga: Ini Skema Pemulihan Ekonomi di Kabupaten Jombang yang Terdampak Corona

Saran terkait pemulasaraan jenazah dan pemakaman pasien corona, termasuk satu dari tujuh poin maklumat Pesantren Tebuireng, terkait penanganan Covid-19 yang dikeluarkan pada Minggu (21/6/2020).

Dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu petang, di antara poin dalam maklumat tersebut, yakni agar pemerintah memperbaiki strategi komunikasi publik.

Pesantren Tebuireng juga mengharapkan semua pihak yang terkait dengan penanganan Covid-19 untuk mengedepankan sikap jujur, amanah dan pertanggungjawaban moral yang setinggi-tingginya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Regional
Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X