Pesantren Tebuireng Keluarkan Maklumat Terkait Corona, Ini Isinya

Kompas.com - 22/06/2020, 05:51 WIB
KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin (kanan), sosok ditunjuk menggantikan KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah) sebagai pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang. (Foto: Tebuireng Online) KOMPAS.COM/TEBUIRENG ONLINEKH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin (kanan), sosok ditunjuk menggantikan KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah) sebagai pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang. (Foto: Tebuireng Online)

JOMBANG, KOMPAS.com - Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, meminta pemerintah memperbaiki strategi komunikasi publik dalam penanganan pandemi Covid-19.

Dalam pelaksanaan percepatan penanganan Covid-19, pemerintah juga diminta memperkuat pendekatan kultural, serta memperhatikan aspek budaya masyarakat dan kearifan lokal di masing-masing daerah.

Harapan tersebut merupakan satu dari tujuh poin maklumat yang dikeluarkan Pesantren Tebuireng menyikapi perkembangan terkini terkait penanganan Covid-19 di Indonesia.

Maklumat dari Pesantren Tebuireng terkait penanganan Covid-19, dikeluarkan pada Minggu (21/6/2020).

Baca juga: 116 Jenazah Dimakamkan dengan Prosedur Covid-19 di TPU Jombang

“Maklumat ini muncul dari keprihatinan kami di pesantren setelah melihat perkembangan situasi dan kondisi di masyarakat," kata Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu.

Pesantren Tebuireng pada poin pertama maklumat, mengapresiasi kinerja pemerintah maupun pemerintah daerah dalam penanganan pandemi corona.

Salah satu kinerja yang mendapatkan apresiasi, yakni adanya peningkatan jumlah pemeriksaan secara masif dan pelacakan kasus (tracing) di masyarakat.

Kemudian, pada poin kedua, Pesantren Tebuireng menilai pemerintah perlu memperbaiki strategi komunikasi publik, serta mengedepankan aspek kultural dalam penanganan Covid-19.

"Untuk yang kedua, kami meminta pemerintah mengimbangi ikhtiar positif tersebut dengan memperbaiki strategi komunikasi publik dan memperkuat pendekatan kultural serta memperhatikan aspek budaya masyarakat dan kearifan lokal di masing-masing daerah," sebut Gus Kikin.

Pada poin berikutnya, Pesantren Tebuireng meminta semua pihak menahan diri dan tidak menjadi bagian dari pihak-pihak yang berkontribusi pada kesimpangsiuran informasi terkait Covid-19.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalani 'Rapid Test' Wajib, 40 Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Reaktif Covid-19

Jalani "Rapid Test" Wajib, 40 Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Reaktif Covid-19

Regional
Cerita Nelayan Benur di Lombok yang Hidupnya Tak Tentu karena Tengkulak

Cerita Nelayan Benur di Lombok yang Hidupnya Tak Tentu karena Tengkulak

Regional
Fakta Seorang Warga Kalsel Diterkam Buaya, Berawal dari Cuci Tangan di Pintu Air Tambak

Fakta Seorang Warga Kalsel Diterkam Buaya, Berawal dari Cuci Tangan di Pintu Air Tambak

Regional
Benteng Hock, Kantor Satlantas Polres Salatiga yang Dikenal Angker, Kini Jadi Spot Foto

Benteng Hock, Kantor Satlantas Polres Salatiga yang Dikenal Angker, Kini Jadi Spot Foto

Regional
Gubernur Banten: Tak Ada Konflik, Jadwal Pilkada Banten Masih Sesuai Agenda

Gubernur Banten: Tak Ada Konflik, Jadwal Pilkada Banten Masih Sesuai Agenda

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak di Ciamis, Sebulan Lebih dari 100 Orang Positif

Kasus Covid-19 Melonjak di Ciamis, Sebulan Lebih dari 100 Orang Positif

Regional
Pesan Pensiunan Guru: Kalau Anda Sukses, Tolong Perhatikan Guru...

Pesan Pensiunan Guru: Kalau Anda Sukses, Tolong Perhatikan Guru...

Regional
Modus Ganti Isi Galon dengan Air Biasa tapi Tutup Segel Resmi, 2 Agen Ditahan Polisi

Modus Ganti Isi Galon dengan Air Biasa tapi Tutup Segel Resmi, 2 Agen Ditahan Polisi

Regional
Minuman Literasi, Produk Herbal Kekinian ala Siswa SMK Gresik, Peluang Bisnis Baru di Balik Pandemi

Minuman Literasi, Produk Herbal Kekinian ala Siswa SMK Gresik, Peluang Bisnis Baru di Balik Pandemi

Regional
Main Perahu di Rawa Pening tapi Tiba-tiba Bocor, Pemancing Tewas Tenggelam

Main Perahu di Rawa Pening tapi Tiba-tiba Bocor, Pemancing Tewas Tenggelam

Regional
Diterkam Buaya Usai Panen Bandeng, Anggota Tubuh Pria Ini Belum Ditemukan

Diterkam Buaya Usai Panen Bandeng, Anggota Tubuh Pria Ini Belum Ditemukan

Regional
Niat Memijat Muridnya yang Cedera, Oknum Guru di Kalsel Justru Berbuat Cabul

Niat Memijat Muridnya yang Cedera, Oknum Guru di Kalsel Justru Berbuat Cabul

Regional
Bayar Uang Muka Tagihan Listrik yang Capai Belasan Juta Rupiah, Suratno Harus Jual 7 Pohon Miliknya

Bayar Uang Muka Tagihan Listrik yang Capai Belasan Juta Rupiah, Suratno Harus Jual 7 Pohon Miliknya

Regional
Sosok Mendiang Bupati Situbondo di Mata Khofifah dan Emil Dardak

Sosok Mendiang Bupati Situbondo di Mata Khofifah dan Emil Dardak

Regional
Ini Alasan Putra Amien Rais Dukung Gibran pada Pilkada 2020 Kota Solo

Ini Alasan Putra Amien Rais Dukung Gibran pada Pilkada 2020 Kota Solo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X