Kompas.com - 12/06/2020, 16:17 WIB
Kebakaran ban bekas yang berada di kawasan Jalan Palembang-Tanjung Api-api, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan akibat tersulut api dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kebakran tersebut membuat jarak pandang menjadi terganggu hingga menyebabkan kemacetan sejauh 7kilometer, Selasa (12/11/2019). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAKebakaran ban bekas yang berada di kawasan Jalan Palembang-Tanjung Api-api, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan akibat tersulut api dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kebakran tersebut membuat jarak pandang menjadi terganggu hingga menyebabkan kemacetan sejauh 7kilometer, Selasa (12/11/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Jumlah titik panas atau hotspot di Sumatera Selatan (Sumsel) mulai bermunculan memasuki musim kemarau.

Dari catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan, sejak Januari hingga Juni 2020 jumlah hotspot telah mencapai 1.721 titik.

Titik panas itu tersebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak 340 hotspot. Muara Enim 338 titik dan Musi Banyuasin sebanyak 292 titik.

Kemudian, Kabupaten Banyuasin 186 titik, Ogan Ilir 124 titik, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 118 titik, Ogan Komering Ulu (OKU) 72 titik.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Penanganan Karhutla Wajib Ikuti Protokol Kesehatan

 

Musirawas 61 titik, Lahat 50 titik, Musirawas Utara (Muratara)  33 titik, Palembang 27 titik, Prabumulih 23 titik dan OKU Selatan sebanyak 20 titik.

Selanjutnya, OKU Timur sebanyak 18 titik, Empat Lawang sebanyak 11 titik, Lubuklinggau sebanyak lima titik dan Pagaralam sebanyak tiga titik.

Hotspot di OKI dan Muara Enim

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Ansori menjelaskan, dari catatan mereka, jumlah hotspot yang paling tinggi berada di Kabupaten OKI dan Muara Enim. Bahkan, pada Maret 2020 kemarin jumlahnya telah mencapai 457 titik.

"Jumlah ini jauh meningkat dibandingkan pada tahun kemarin,"kata Ansori melalui pesan singkat, Jumat (12/6/2020).

Baca juga: Musim Kemarau, BNPB Minta Pemerintah Daerah Siap Siaga Karhutla

Ansori menerangkan, saat ini mereka telah mengantisipasi untuk terjadinya bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

Kabupaten OKI merupakan salah satu tempat vital yang menjadi lokasi titik karhutla paling banyak.

Bencana karhutla hebat Sumsel di 2019

"Gubernur Sumsel telah mengeluarkan SK tentang status siaga darurat karhutla di wilayah Sumsel. SK tersebut diberlakukan sejak 20 Mei hingga 31 Oktober mendatang. Pos komando juga sudah dibentuk," ujarnya.

Untuk diketahui, Sumatera Selatan pada 2019 kemarin mengalami bencana karhutla yang hebat, lantaran polusi udara di kota Palembang dalam status sangat buruk akibat asap kebakaran hutan dan lahan.

Bahkan, dampak dari kebakaran itu membuat kegiatan belajar di sekolah dirumahkan dikarenakan kondisi uadara yang sangat buruk.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X