Tak Masuk Wilayah Prioritas Penerapan New Normal, Ini Penjelasan Gubernur Bali

Kompas.com - 03/06/2020, 19:48 WIB
Gubernur Bali, I Wayan Koster usai kegiatan Penyerahan Bantuan Stimulus Usaha Akibat Dampak Covid-19 Terhadap Ekonomi / Usaha Koperasi se Bali, Selasa (2/6/2020). KOMPAS.com/IMAM ROSIDINGubernur Bali, I Wayan Koster usai kegiatan Penyerahan Bantuan Stimulus Usaha Akibat Dampak Covid-19 Terhadap Ekonomi / Usaha Koperasi se Bali, Selasa (2/6/2020).

DENPASAR, KOMPAS.com - Gubernur Bali I Wayan Koster mengungkap alasan Bali tak masuk dalam daftar 102 daerah yang diizinkan menerapkan protokol kesehatan masyarakat produktif dan aman atau new normal.

Daftar daerah itu dikeluarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional.

Baca juga: Bali Belum Buka Pariwisata dalam Waktu Dekat, Gubernur: Risikonya Terlalu Besar

Koster menjelaskan, penerapan new normal diutamakan di kabupaten atau kota yang tak memiliki kasus positif Covid-19.

Sementara, sebanyak sembilan kabupaten dan kota di Bali memiliki kasus positif Covid-19.

"Kalau Bali kan Kabupaten/Kota kena semua. Memang tingkat kesembuhan tinggi tapi belum layak untuk dibuka," kata Koster usai jumpa pers terkait SE Gubernur Bali tentang Sistem Kerja dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Instansi Pemerintah, Rabu (3/6/2020).

Pemprov Bali terus mengevaluasi perkembangan kasus positif Covid-19 di seluruh kabupaten dan kota setiap hari.

Wilayah yang dinilai layak akan diizinkan menerapkan konsep new normal.

"Kita sudah punya data calon yang diberikan kesempatan melaksanakan (new normal) dan tentu bebas dan aman dari Covid-19," kata dia.

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan pemerintah memberikan kewenangan kepada 102 kabupaten/kota untuk melaksanakan kegiatan masyarakat produktif dan aman.

Menurut Doni, 102 daerah ini dinyatakan masuk dalam zona hijau atau belum terdampak penularan Covid-19.

"Kemarin Bapak Presiden Jokowi, memerintahkan Ketua Gugus Tugas untuk memberikan kewenangan kepada 102 pemda untuk melaksanakan kegiatan masyarakat produktif dan aman," ujar Doni dalam konferensi pers di Graha BNPB, Sabtu (30/5/2020).

Adapun 102 wilayah tersebut meliputi 14 kabupaten/kota di Provinsi Aceh, 15 kabupaten/kota di Sumatera Utara, tiga kabupaten di Kepulauan Riau, dua kabupaten di Riau, satu kabupaten di Jambi, satu kabupaten di Bengkulu, empat kabupaten/kota di Sumatera Selatan, satu kabupaten di Bangka Belitung, dan dua kabupaten di Lampung.

Baca juga: Jelang New Normal di Sebagian Depok, Wali Kota: Siswa Tetap Belajar Online hingga 15 Juni

Lalu, ada satu kabupaten di Jawa Tengah, satu kabupaten di Kalimantan Timur, satu kabupaten di Kalimantan Tengah, dua kabupaten di Sulawesi Utara, satu kabupaten di Gorontalo, tiga kabupaten di Sulawesi Tengah, satu kabupaten di Sulawesi Barat, satu kabupaten di Sulawesi Selatan, dan lima kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara.

Kemudian, 14 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur, dua kabupaten di Maluku Utara, lima kabupaten/kota di Maluku, 17 kabupaten/kota di Papua, dan lima kabupaten/kota di Papua Barat.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mencuri Bawang untuk Bayar Rapid Test

Mencuri Bawang untuk Bayar Rapid Test

Regional
Mengenal 'Wong Kalang', Suku Asli Jawa, Hidup Nomaden dari Hutan ke Hutan

Mengenal "Wong Kalang", Suku Asli Jawa, Hidup Nomaden dari Hutan ke Hutan

Regional
PPDB 2020, Jumlah Calon Siswa SMA Swasta Semarang Merosot hingga 60 Persen

PPDB 2020, Jumlah Calon Siswa SMA Swasta Semarang Merosot hingga 60 Persen

Regional
Sasar Klaster Industri, Gugus Tugas Jabar Sediakan 2.000 Swab Test PCR

Sasar Klaster Industri, Gugus Tugas Jabar Sediakan 2.000 Swab Test PCR

Regional
'Saya Angkat Sendiri Jenazah Adik dari Ember, Kondisinya Sudah Kaku'

"Saya Angkat Sendiri Jenazah Adik dari Ember, Kondisinya Sudah Kaku"

Regional
Pemprov Bali Cairkan Insentif Rp 3,7 M untuk Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Pemprov Bali Cairkan Insentif Rp 3,7 M untuk Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Regional
Puluhan Orang Berburu Harta Karun Makam Kuno 'Wong Kalang' di Hutan Blora

Puluhan Orang Berburu Harta Karun Makam Kuno "Wong Kalang" di Hutan Blora

Regional
Meski Pandemi, Luwu Utara Surplus Beras Hingga 34.000 Ton Lebih

Meski Pandemi, Luwu Utara Surplus Beras Hingga 34.000 Ton Lebih

Regional
Pelempar Al Quran di Makassar: Saya Khilaf, Saya Minta Maaf

Pelempar Al Quran di Makassar: Saya Khilaf, Saya Minta Maaf

Regional
2 dari 6 Tahanan Covid-19 yang Kabur di Jayapura Menyerahkan Diri

2 dari 6 Tahanan Covid-19 yang Kabur di Jayapura Menyerahkan Diri

Regional
Tak Terima Penghulu Hendak Nikahkan Anaknya, Ibu Pengantin: Stop Bapak

Tak Terima Penghulu Hendak Nikahkan Anaknya, Ibu Pengantin: Stop Bapak

Regional
Tidak Mau Disebut Kebobolan Soal Klaster Secapa AD, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Bandung

Tidak Mau Disebut Kebobolan Soal Klaster Secapa AD, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Bandung

Regional
Kronologi Wanita Ngamuk dan Lempar Al Quran, Awalnya Kesal Dituduh Laporkan Tetangga Berjudi

Kronologi Wanita Ngamuk dan Lempar Al Quran, Awalnya Kesal Dituduh Laporkan Tetangga Berjudi

Regional
Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Regional
Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X