Viral, Video Wanita Keluarga Pasien RS Siloam Makassar Diseret Tim Satgas Covid

Kompas.com - 29/05/2020, 17:05 WIB
Petugas Satgas Covid Makassar seret wanita keluarga pasien RS Siloam. ISTIMEWAPetugas Satgas Covid Makassar seret wanita keluarga pasien RS Siloam.

MAKASSAR, KOMPAS.com – Beredar video seorang wanita yang diduga salah seorang keluarga pasien rumah sakit di Makassar, diseret oleh petugas tim Satgas Covid-19 dengan mengenakan baju hazmat.

Video berdurasi 2 menit 3 detik ini viral di berbagai media sosial.

Dalam video tersebut, petugas Satgas Covid-19 memaksa keluarga pesien keluar dari salah satu ruangan hingga menyeretnya.

Bahkan, wanita yang diduga tengah hamil yang histeri-histeris meminta tolong saat diseret petugas Satgas.

Baca juga: Pemkot Makassar Bolehkan Pesta Pernikahan, Polisi Tetap Bubarkan

Dalam video tersebut, ada tiga orang wanita yang mempertahankan jenazah suaminya yang hendak diambil paksa oleh tim Satgas Covid-19.

Salah seorang di antaranya mengaku adalah istri yang meminta petugas agar menunggu kakaknya berurusan dengan petugas Satgas Covid.

Bahkan, wanita tersebut memohon-mohon kepada tim satgas agar sabar dan jangan memaksakan kehendaknya.

Karena belum ada keputusan resmi dari pihak keluarga maupun dari pihak rumah sakit yang menangani pasien yang meninggal.

Saya belum tandatangan, tidak bisa diambil suamiku kodong. Sabarki, tunggu mi kakak ku. Sebentar lagi dia datang dan berbicara dengan bapak-bapak semua,” kata salah seorang wanita tengah hamil dalam video, yang kemudian diseret-seret oleh petugas satgas.

Setelah dilakukan penelusuran, ternyata video tersebut terekam di RS Siloam Makassar kemudian tersebar luas di media sosial.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X