Seekor Dugong Diselamatkan Setelah Terjerat Pukat Nelayan di Ketapang

Kompas.com - 28/05/2020, 06:48 WIB
Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi Konservasi Wilayah I ketapang bersama Webe Adventure, dan Yayasan International Animal Rescue (IAR) Indonesia melakukan evakuasi duyung untuk pelepasliaran, Senin 25 (25/5/2020). KOMPAS.COM/HENDRA CIPTATim Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi Konservasi Wilayah I ketapang bersama Webe Adventure, dan Yayasan International Animal Rescue (IAR) Indonesia melakukan evakuasi duyung untuk pelepasliaran, Senin 25 (25/5/2020).

PONTIANAK, KOMPAS.com - Seekor duyung atau dugong tersangkut pukat nelayan dalam kondisi masih hidup di Pulau Cempedak, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta mengatakan, terperangkapnya dugong di pukat nelayan dalam kondisi masih hidup tersebut merupakan peristiwa langka.

"Keberadaan duyung ini sangat fenomenal dan penting, pasalnya dia termasuk satwa langka dengan status konservasi bahkan masuk kategori critically endangered (CR) atau kritis," kata Sadtata dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/5/2020).

Baca juga: Tersangkut Jaring Nelayan, Dua Ekor Dugong Mati di Laut Kepulauan Kei

Menurut dia, informasi penemuan duyung ini diperoleh dari rekanan Komunitas Webe Adventure di Pulau Cempedak.

Informasi itu menyebut, pada Sabtu (23/5/2020) 10.00 WIB, nelayan Pulau Cempedak mendapati duyung tersangkut pukat dalam kondisi hidup.

" Duyung tersebut kemudian dibawa oleh nelayan ke Pulau Cempedak untuk dipelihara di dalam keramba untuk mengembalikan kondisi kesehatannya," ujar Sadtata.

Sehari setelah informasi diterima, Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi Konservasi Wilayah I ketapang bersama Webe Adventure, dan Yayasan International Animal Rescue (IAR) Indonesia melakukan koordinasi untuk menentukan langkah-langkah yang akan diambil dalam penanganan duyung.

Baca juga: Mitologi dan Fakta soal Duyung: dari Siren, Columbus, hingga Manatee

Tim tersebut juga dilengkapi dengan seorang dokter hewan.

"Pada Senin 25 Mei 2020 tim bergerak menuju lokasi yang berjarak kurang lebih 4 jam perjalanan darat dari Ketapang," ucap Sadtata.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab PPU Dukung Pembangunan Lanud Berskala Besar di Ibu Kota Negara Baru

Pemkab PPU Dukung Pembangunan Lanud Berskala Besar di Ibu Kota Negara Baru

Regional
Kisah Maria 'Sang Dokter Rimba', Sempat Dianggap Melawan Kepercayaan Suku Pedalaman Jambi (2)

Kisah Maria "Sang Dokter Rimba", Sempat Dianggap Melawan Kepercayaan Suku Pedalaman Jambi (2)

Regional
Remaja yang Tewas Usai Latihan Silat Diduga Ditendang Lebih 2 Orang

Remaja yang Tewas Usai Latihan Silat Diduga Ditendang Lebih 2 Orang

Regional
Pemkab PPU Fasilitasi Pelajar, Santri, dan Mahasiswa Jalani Rapid Test Gratis

Pemkab PPU Fasilitasi Pelajar, Santri, dan Mahasiswa Jalani Rapid Test Gratis

Regional
Paparkan 9 Raperda Kabupaten PPU, Bupati AGM: Realisasi Pendapatan 2019 Rp 1,6 Triliun Lebih

Paparkan 9 Raperda Kabupaten PPU, Bupati AGM: Realisasi Pendapatan 2019 Rp 1,6 Triliun Lebih

Regional
Dijanjikan Pekerjaan,Vanny Dibunuh di Penginapan Satu Hari Sebelum Ulang Tahun

Dijanjikan Pekerjaan,Vanny Dibunuh di Penginapan Satu Hari Sebelum Ulang Tahun

Regional
2 Kapal dan 13 Kru yang hilang di Nias sejak 22 Juni 2020 Belum Ditemukan

2 Kapal dan 13 Kru yang hilang di Nias sejak 22 Juni 2020 Belum Ditemukan

Regional
BERITA FOTO: Detik-detik TNI Selamatkan 22 WNI di Kapal China di Perairan Kepri, Ada Jasad di Freezer

BERITA FOTO: Detik-detik TNI Selamatkan 22 WNI di Kapal China di Perairan Kepri, Ada Jasad di Freezer

Regional
SMAN 4 dan Ponpes Assobariyyah Sudah Jalankan KBM, Wapres Tinjau Penerapan Protokol Kesehatannya

SMAN 4 dan Ponpes Assobariyyah Sudah Jalankan KBM, Wapres Tinjau Penerapan Protokol Kesehatannya

Regional
Jokowi Berkunjung ke Kalimantan Tengah, Tinjau Lahan Lumbung Pangan Baru

Jokowi Berkunjung ke Kalimantan Tengah, Tinjau Lahan Lumbung Pangan Baru

Regional
Polisi Bongkar Tambang Pasir Ilegal di Gunungkidul

Polisi Bongkar Tambang Pasir Ilegal di Gunungkidul

Regional
Kisah Maria 'Sang Dokter Rimba', Keluar Masuk Hutan Pedalaman Jambi untuk Melawan Corona (1)

Kisah Maria "Sang Dokter Rimba", Keluar Masuk Hutan Pedalaman Jambi untuk Melawan Corona (1)

Regional
Fakta Pengejaran 2 Kapal China oleh TNI AL, Temukan Jasad ABK di Freezer hingga Nyaris Lolos

Fakta Pengejaran 2 Kapal China oleh TNI AL, Temukan Jasad ABK di Freezer hingga Nyaris Lolos

Regional
Alasan Ojol di Tasikmalaya Selipkan Surat dan Uang Kembalian Penumpang Rp 35.000

Alasan Ojol di Tasikmalaya Selipkan Surat dan Uang Kembalian Penumpang Rp 35.000

Regional
Siswa di Banyumas Masih Belajar secara Online, Sekolah Dilarang Keras Pungut Biaya

Siswa di Banyumas Masih Belajar secara Online, Sekolah Dilarang Keras Pungut Biaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X