Tersangkut Jaring Nelayan, Dua Ekor Dugong Mati di Laut Kepulauan Kei

Kompas.com - 23/10/2019, 17:34 WIB
Dua ekor dugong ditemukan mati di Peraiaran Kepulauan Kei Keicl, Maluku Tenggara, Senin (21/10/2019) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYDua ekor dugong ditemukan mati di Peraiaran Kepulauan Kei Keicl, Maluku Tenggara, Senin (21/10/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Dua ekor dugong ditemukan mati tersangkut jaring nelayan di perairan Kepulauan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara.

Dua hewan mamalia dengan panjang 260 sentimeter dan 207 sentimeter itu ditemukan pertama kali oleh seorang nelayan bernama Amus Rumheng, saat hendak mengangkat jaring di laut tersebut, Senin (21/10/2019).

Kepala Resor KSDA Tual Justinus Yoppi Jamlean mengatakan, dua dugong itu mati dengan kondisi terluka di bagian tubuh dan ekor karena tersangkut jaring.

Menurut Justinus, nelayan yang menemukan dua dugong tersebut sebelumnya mengira kalau hewan mamalia itu masih hidup, sehingga ia langsung meminta bantuan warga lainnya untuk menolong dua dugong tersebut.

Baca juga: 2 Ekor Dugong Ditemukan Mati Terdampar di Tanjungpinang

“Dua ekor dugong itu langsung dibawa nelayan itu ke kepesisir Ur Pulau dan meminta bantuan untuk melaporkan kejadian pada instansi terkait agar peristiwa ini ditindaklanjuti. Karena dia pikir hewan ini masih hidup, sudah dilepas. Tetapi sayangnya sudah mati,” kata Justinus, dalam dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (23/10/2019).

Justinus menyebut, setelah laporan diterima, dia bersama petugas Pangkalan PSDKP Tual, Dinas Perikanan Maluku Tenggara dan WWF-Indonesia, langsung menuju lokasi kejadian.

Setiba di lokasi, tim melakukan proses pengambilan data morfometri dugong, wawancara kronologi kejadian selanjutnya mengubur bangkai digong.

“Dua dugong tersebut merupakan induk betina dan anak jantan dengan ukuran masing-masing panjang moncong ke lekukan pada pangkal ekor 260 cm dan 207 cm, kedua dugong sudah dikubur,” tutur dia.

Dia menambahkan, sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Sumber Daya Hayati beserta ekosistemnya, dugong termasuk satwa yang dilindungi.

Olehnya itu, ia meminta apabila masyarakat menemukan dugong agar dapat dilepaskan ke habitatnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Regional
Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Regional
Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Regional
Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Regional
Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Regional
Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Regional
Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Regional
Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Regional
Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Regional
Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Regional
RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

Regional
Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Regional
Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Regional
Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Regional
45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X