Kronologi Bentrok Warga Dua Desa di Tapanuli Selatan: Dipicu Tembakan dari Senjata Mainan hingga Massa Bakar Rumah dan Motor

Kompas.com - 28/05/2020, 06:05 WIB
Satu unit sepeda motor warga yang dibakar paska terjadinya bentrokan antarwarga Desa Huraba dan Kelurahan Pintu Padang, di Kecamatan Batang Angkola, Tapanuli Selatan, Selasa (27/5/2020). KOMPAS.COM/ORYZA PASARIBUSatu unit sepeda motor warga yang dibakar paska terjadinya bentrokan antarwarga Desa Huraba dan Kelurahan Pintu Padang, di Kecamatan Batang Angkola, Tapanuli Selatan, Selasa (27/5/2020).

TAPANULI SELATAN, KOMPAS.com - Bentrok antarwarga yang terjadi di dekat markas polisi Sektor (Mapolsek) Batang Angkola, Tapanuli Selatan, Selasa (26/5/2020) malam hingga Rabu (27/5/2020) dini hari. 

Bentrok berawal dari aksi salah satu kelompok warga yang menembaki pengendara dengan menggunakan senjata mainan anak saat melintas di jalan.

Akibat dari kejadian itu, satu unit rumah warga dan sepeda motor dibakar.

Juga lima warga dari Desa Huraba dan Kelurahan Pintu Padang yang bertikai mengalami luka terkena tembakan senapan angin.

Serta, satu personel polisi terkena lemparan batu.

Baca juga: Bentrok Warga Gara-gara Senjata Mainan, 1 Rumah dan Sepeda Motor Dibakar, 6 Orang Luka

Sekelompok warga Desa Huraba tembaki pengendara

Dari informasi yang didapat, kronologi kejadian yang berujung bentrok tersebut diawali adanya aksi sekelompok warga dari Desa Huraba yang menembaki pengendara saat melintas di jalan dengan senjata mainan anak, Selasa (26/5/2020) sore.

Pengendara yang terkena tembakan merasa tidak senang dan terlibat cekcok dengan kelompok warga Desa Huraba.

Saat itu, kebetulan melintas seorang warga yang berasal dari Kelurahan Pintu Padang yang masih bertetangga dengan Desa Huraba.

Melihat cekcok tersebut, warga yang diketahui berinisial AP itu mencoba melerai dan menegur kelompok warga Desa Huraba.

Warga Kelompok Desa Huraba yang ditegur merasa tidak suka dan melakukan perlawanan.

Aksi saling serang warga dua desa

 

Dari tayangan video viral yang beredar di media sosial, AP warga Kelurahan Pintu Padang tampak dipukuli dan dikeroyok kelompok warga Desa Huraba hingga terjatuh di pinggir jalan.

Mendapat perlakuan itu, AP melaporkan kejadian itu kepada warga di Kelurahan Pintu Padang.

Dan sejumlah massa dari Kelurahan Pintu Padang mendatangi Desa Huraba dan melakukan perusakan.

Kemudian, kelompok warga dari Desa Huraba balas menyerang. Aksi saling lempar pun terjadi.

Hingga, kelompok warga dari Desa Huraba merusak dan membakar satu rumah serta satu sepeda motor milik warga Pintu Padang.

Pukul 20.00 WIB aksi saling lempar terus berlanjut dan warga membakar ban bekas hingga memblokade jalan dan menyebabkan kemacetan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

Regional
Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

Regional
Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

Regional
Fakta Bupati Berau Meninggal Positif Covid-19, Sempat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik

Fakta Bupati Berau Meninggal Positif Covid-19, Sempat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik

Regional
[POPULER NUSANTARA] Fakta Terkini Banjir Bandang Sukabumi | IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu

[POPULER NUSANTARA] Fakta Terkini Banjir Bandang Sukabumi | IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu

Regional
Di Makassar, Mahasiswi Diperkosa Bergilir di Kamar Hotel, Ini Faktanya

Di Makassar, Mahasiswi Diperkosa Bergilir di Kamar Hotel, Ini Faktanya

Regional
Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

Regional
'Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?'

"Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?"

Regional
Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

Regional
Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

Regional
IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu dan Minta Pj Wali Kota Makassar Lakukan Tes Swab

IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu dan Minta Pj Wali Kota Makassar Lakukan Tes Swab

Regional
Kasus Covid-19 di RSUD Soedono Madiun, Direktur: Asal Muasalnya Kami Duga dari Luar

Kasus Covid-19 di RSUD Soedono Madiun, Direktur: Asal Muasalnya Kami Duga dari Luar

Regional
Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Regional
Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Regional
41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X